11 dari 12 Sumber Air di Malang Terpapar Mikroplastik, Peneliti Peringatkan Risiko Serius bagi Kesehatan

11 dari 12 Sumber Air di Malang Terpapar Mikroplastik, Peneliti Peringatkan Risiko Serius bagi Kesehatan
- (Dok. Shutterstock).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Temuan terbaru dari Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) bikin heboh warga Malang.

Dalam penelitian yang mereka lakukan, mayoritas sumber air minum di Kota Malang ternyata sudah terkontaminasi mikroplastik.

Peneliti Ecoton, Rafika Aprilianti, menjelaskan bahwa timnya mengambil 12 sampel air dari berbagai sumber, mulai dari air tanah, air permukaan, air rebusan, hingga air PDAM. Hasilnya cukup mencengangkan: 11 dari 12 sampel mengandung mikroplastik dengan jumlah 1 sampai 7 partikel per sampel.

Menurut Rafika, jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah filamen dan fiber. Filamen umumnya berasal dari sampah plastik, sedangkan fiber sering muncul dari pakaian sintetis yang melepaskan partikel kecil saat dicuci. Temuan ini memicu kekhawatiran baru karena sebagian besar sumber air yang dipakai masyarakat sudah terpapar bahan berbahaya tersebut.

Rafika menegaskan bahwa mikroplastik bukan sekadar polutan biasa. Partikel ini bisa masuk ke aliran darah dan mengganggu berbagai organ penting. Efeknya tidak main-main karena mampu memicu gangguan pada paru-paru, hati, hingga sistem imun tubuh.

Selain peringatan dari peneliti, dorongan untuk bertindak juga datang dari kalangan akademisi. Dosen Hukum Lingkungan Universitas Widyagama Malang, Purnawan Negara, menilai Kota Malang sudah harus membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Ia menyebut bahwa 22 kota dan kabupaten di Jawa Timur telah lebih dulu memiliki regulasi pembatasan plastik, sehingga Malang perlu segera menyusul.

Purnawan mengingatkan bahwa membiarkan mikroplastik tanpa penanganan berarti membiarkan risiko kesehatan meningkat. Ia menekankan pentingnya Peraturan Daerah yang mengatur pembatasan plastik sekali pakai agar rantai makanan dan kesehatan masyarakat tetap terlindungi.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE