Tottenham Gagal Angkat Trofi Usai PSG Balikkan Keadaan di Laga Dramatis UEFA Super Cup 2025

Tottenham Gagal Angkat Trofi Usai PSG Balikkan Keadaan di Laga Dramatis UEFA Super Cup 2025
- (Dok. France24).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Tottenham Hotspur harus menelan pil pahit di partai final UEFA Super Cup 2025 setelah keunggulan dua gol mereka sirna di menit-menit akhir. Bertanding di Stadio Friuli, Italia, Rabu malam waktu setempat, Spurs yang tampil penuh energi akhirnya kalah 4-3 lewat adu penalti dari Paris Saint-Germain.

Tim asuhan Thomas Frank memulai laga dengan percaya diri. Gol pertama tercipta di menit ke-38 melalui situasi bola mati. Lucas Chevalier, kiper anyar PSG, sempat menepis tendangan Joao Palhinha ke mistar gawang, namun Micky van de Ven sukses memanfaatkan bola muntah untuk membuka skor.

Babak kedua baru berjalan singkat ketika Pedro Porro mengirim umpan silang akurat yang disambut Cristian Romero tanpa kawalan. Sundulan bek asal Argentina itu sempat mengenai tangan Chevalier, namun tetap berbuah gol. Kesalahan tersebut menjadi sorotan mengingat Chevalier direkrut untuk menggantikan Gianluigi Donnarumma.

PSG sempat mencetak gol lewat Bradley Barcola di menit ke-65, tetapi dianulir VAR karena offside. Namun, kebangkitan klub asal Prancis itu dimulai di menit ke-84 saat Lee Kang-in melepaskan tembakan indah dari luar kotak penalti. Petaka Spurs berlanjut di masa tambahan waktu ketika Gonçalo Ramos menanduk umpan silang presisi Ousmane Dembélé untuk menyamakan kedudukan.

Pertandingan langsung berlanjut ke adu penalti tanpa perpanjangan waktu. Spurs berhasil mencetak gol lewat Dominic Solanke dan Rodrigo Bentancur, tetapi eksekusi Micky van de Ven digagalkan Chevalier, sementara Mathys Tel gagal menuntaskan tugasnya. PSG memastikan kemenangan setelah Nuno Mendes mencetak penalti terakhir.

Dalam laga ini, Pape Matar Sarr menjadi pemain terbaik Spurs dengan kerja keras tanpa henti di lini tengah. Cristian Romero dan Micky van de Ven juga tampil menonjol di lini belakang, meski keduanya terlibat langsung dalam kegagalan di babak tos-tosan. Di lini depan, Richarlison menunjukkan etos kerja luar biasa sebelum digantikan pada 20 menit terakhir.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Thomas Frank di awal kiprahnya bersama Spurs. Strateginya sempat membuat PSG kewalahan, tetapi pergantian pemain justru memberi ruang bagi pasukan Luis Enrique untuk mengambil alih kendali. Bagi PSG, kemenangan ini menegaskan status mereka sebagai juara Eropa yang sanggup bangkit di saat genting, sekaligus mengamankan trofi pembuka musim dengan penuh drama.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE