Waspada Meme Anomali! Anak Bisa Tantrum Parah saat Dilarang Nonton, Psikolog Ungkap Cara Bijak Hadapi

Tantrum Anak karena Konten Meme Anomali? Ini Cara Tepat Hadapi Anak Kecanduan Konten Abstrak

Waspada Meme Anomali! Anak Bisa Tantrum Parah saat Dilarang Nonton, Psikolog Ungkap Cara Bijak Hadapi
Kumpulan karakter meme anomali viral yang unik dan absurd, mulai dari Tung Tung Tung Sahur sampai Ballerina Cappuccina. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Anak bisa alami tantrum ekstrem akibat kecanduan konten meme anomali, psikolog sarankan orangtua tetap tenang dan konsisten dalam membatasi akses.

Fenomena meme anomali makin merajalela di internet. Konten satu ini nggak cuma nyeleneh, tapi juga bisa bikin anak-anak jadi kecanduan sampai susah dikendalikan. Nggak jarang, saat akses ke meme anomali dibatasi, anak bisa langsung meledak tantrum, teriak, nangis, bahkan ngeyel nggak mau dengerin orangtua sama sekali.

Nah, kalau kamu lagi ngalamin kondisi kayak gini di rumah, tenang... jangan panik dulu! Psikolog klinis anak dan remaja dari Layanan Psikologi JEDA, Bandar Lampung, Nanda Erfani Saputri, M.Psi., bilang, yang paling penting justru orangtua harus tenang dulu.

"Orangtua enggak perlu panik. Tenangin diri dulu," ujarnya.

Tapi sebenarnya, apa sih meme anomali itu?

Meme anomali adalah konten visual absurd yang karakternya campur-campur, ada hewan jadi manusia, benda bisa ngomong, sampai karakter aneh kayak Tung Tung Tung Sahur atau Ballerina Cappuccina. Lucu sih, tapi banyak di antaranya nyelipin tema nggak pantas: mulai dari unsur seksual, perselingkuhan, sampai adegan pembunuhan. Ngeri juga kalau dikonsumsi anak-anak.

Menurut psikolog Nanda, meskipun orangtua sudah bikin aturan soal batasan nonton, bukan berarti anak langsung nurut. Bisa jadi mereka tantrum karena merasa kesenangannya direnggut. Dan kalau tantrumnya malah "berhasil" bikin orangtua luluh, anak bakal terus pakai tantrum buat ngedapetin apa yang dia mau. Jadi, penting banget buat tetap teguh pada batasan yang udah disepakati.

Tipsnya? Amati dulu anak saat tantrum. Pastikan mereka nggak nyakitin diri sendiri, temani saja dengan tenang. Saat mereka sudah mulai capek dan reda, baru ajak ngobrol. Peluk, tenangin, lalu kasih penjelasan dengan cara yang sesuai usia mereka. Bilang kalau larangan itu bukan buat nyiksa, tapi buat melindungi mereka dari hal-hal yang belum layak mereka lihat.

Ingat, orangtua yang tenang dan konsisten adalah kunci agar anak bisa belajar memahami batasan dengan sehat.

Fenomena meme anomali memang bisa bikin anak tantrum saat dilarang nonton, tapi peran orangtua dalam menjaga kestabilan emosi dan konsistensi batasan sangat krusial. Dengan memahami isi konten dan efeknya, serta membangun komunikasi yang hangat dan terbuka, orangtua bisa lebih bijak dalam mendampingi anak menghadapi dunia digital yang semakin kompleks. Ingat, batasan bukan berarti larangan semata, tapi bentuk cinta dan perlindungan.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE