Hemat Energi, Jakarta Cuma 1 Jam Matikan Lampu Tapi Berhasil Pangkas 60 Ton Emisi Karbon!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kesadaran terhadap isu lingkungan semakin menjadi perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah daerah. Menariknya, sebuah langkah sederhana yang dilakukan secara serentak ternyata mampu menghasilkan dampak yang cukup besar bagi lingkungan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa aksi pemadaman lampu selama satu jam yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 berhasil memberikan hasil yang signifikan. Dalam waktu hanya 60 menit, emisi karbon berhasil ditekan hingga 60,14 ton CO2e.
Angka tersebut menunjukkan bahwa perubahan kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya mengurangi dampak perubahan iklim tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar dan rumit.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/6) itu mengajak masyarakat, pelaku usaha, pengelola gedung, hingga berbagai komunitas untuk mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama satu jam.
Bukan Sekadar Simbolik
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, aksi ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin terbiasa menerapkan pola hidup hemat energi.
Ia menilai kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu atau perangkat elektronik yang tidak digunakan dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh jutaan orang secara bersamaan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya Jakarta dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus mendorong pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Hemat Listrik hingga Ratusan Juta Rupiah
Tak hanya berdampak pada lingkungan, aksi tersebut juga menghasilkan penghematan energi yang cukup besar.
Berdasarkan data dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, selama pemadaman lampu berlangsung pada pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, konsumsi listrik berhasil ditekan hingga 75,18 MWh.
Pengurangan penggunaan listrik tersebut juga berdampak langsung pada efisiensi biaya. Tercatat, penghematan yang diperoleh mencapai Rp108,6 juta hanya dalam waktu satu jam.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa perilaku hemat energi tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga dapat mengurangi pengeluaran yang berkaitan dengan konsumsi listrik.
Didukung Banyak Pihak
Keberhasilan program ini tidak lepas dari partisipasi berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pengelola gedung perkantoran, pelaku usaha, komunitas, hingga warga Jakarta ikut terlibat dalam aksi serentak tersebut.
Pemadaman lampu dilakukan di sejumlah kawasan ikonik ibu kota, seperti Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga area Balai Kota DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kebiasaan hemat energi tidak hanya dilakukan saat kampanye lingkungan berlangsung, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.
Mulai dari mematikan lampu saat tidak digunakan, mencabut perangkat elektronik yang tidak dipakai, hingga menggunakan listrik secara lebih bijak di rumah maupun tempat kerja dinilai bisa memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Melalui aksi sederhana ini, Jakarta menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ketika banyak orang bergerak bersama melakukan langkah kecil yang sama, hasilnya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!