Diddy Dituduh Abusif dan Mengontrol: Cassie Ventura Bongkar Kekerasan dalam Hubungan Mereka
JAKARTA, GENVOICE.ID - Hari kedua dari persidangan federal yang melibatkan Sean "Diddy" Combs atas tuduhan perdagangan seks dimulai dengan kesaksian mengejutkan dari mantan pacarnya, Cassie Ventura. Ventura, yang saat ini hamil delapan bulan, memberi kesaksian tentang perlakuan kekerasan yang ia alami selama hubungan mereka yang berlangsung lebih dari satu dekade.
Dalam kesaksiannya di pengadilan Manhattan, Ventura menggambarkan adanya "pertengkaran yang sangat kekerasan" yang sering berujung pada penyalahgunaan fisik, termasuk penarikan paksa dan tendangan. Saat ditanya seberapa sering Diddy bersikap kekerasan, Ventura menjawab dengan tegas, "terlalu sering."
Selain itu, Ventura juga mengungkapkan bagaimana Diddy memaksanya untuk berpartisipasi dalam apa yang disebutnya "freak-offs," yang melibatkan sewa pendamping dan menampilkan dirinya dalam situasi seksual yang dikendalikan oleh Diddy. Ventura menyatakan bahwa ia merasa tidak bisa menolak karena takut membuat Diddy marah. "Itu adalah fantasi Diddy," katanya, menjelaskan bahwa ia dipaksa untuk mengikuti keinginan Diddy dalam situasi tersebut.
Ventura juga menyebutkan bahwa ia sering diberi obat-obatan oleh Diddy sebelum setiap "freak-off" untuk membantunya "melepaskan diri" dan mengurangi rasa sakit emosional yang ia rasakan. Selain itu, Diddy dikatakan memiliki kendali penuh atas banyak aspek hidup Ventura, termasuk penampilan fisiknya, karier, dan bahkan siapa yang boleh ia ajak bicara.
Seiring waktu, Ventura merasa semakin terperangkap dalam hubungan yang penuh pengendalian ini, mengatakan bahwa "freak-offs" tersebut membuatnya merasa "terhina," "horrible," dan "tidak berharga." Ia bahkan menyatakan bahwa sesekali, "freak-offs" berlangsung selama dua hingga tiga hari tanpa tidur.
Selama kesaksiannya, Ventura juga menggambarkan bagaimana Diddy kadang-kadang merekam aktivitas seksual tersebut, baik menggunakan perangkatnya sendiri maupun perangkat Ventura, yang kemudian dihapusnya karena ia tidak ingin ada orang yang melihatnya dalam keadaan tersebut.
Ventura pertama kali bertemu dengan Diddy pada usia 19 tahun dan kemudian menandatangani kontrak dengan label rekaman Diddy. Namun, setelah merilis album debutnya pada 2006, hubungan mereka berubah menjadi semakin penuh kekerasan, yang Ventura ungkapkan dengan jelas dalam persidangan ini.
Diddy, yang juga menghadapi tuduhan lain seperti konspirasi pemerasan dan perdagangan seks, membantah semua tuduhan tersebut dan menyatakan tidak bersalah. Persidangan ini akan terus berlangsung, dengan jaksa berencana untuk mengajukan lebih banyak bukti tentang pola kekerasan yang diduga dilakukan oleh Diddy.
Jika terbukti bersalah, Diddy bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!