Setelah Timnas Gagal Menuju Piala Dunia 2026, DPR RI: Fokus ke Piala Dunia 2030
JAKARTA, Genvoice.id - Keputusan menyakitkan datang dari skuad tim nasional Indonesia ketika mereka gagal melaju ke Piala Dunia 2026, setelah tersingkir di putaran keempat babak kualifikasi Zona Asia. Meski demikian, Ketua dan anggota DPR RI beserta Komisi X menyikapi situasi ini bukan hanya sebagai kegagalan, melainkan momentum evaluasi dan persiapan jangka panjang, termasuk target ambisius lolos pada Piala Dunia 2030.
Menurut laporan Liputan6, Komisi X DPR RI menyebut bahwa kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 bisa jadi pelajaran berharga bagi sepak bola Indonesia. Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfan, menegaskan bahwa pihaknya meminta evaluasi menyeluruh terhadap tim nasional, mulai dari aspek strategi, kualitas pemain, metode kerja pelatih, hingga pengelolaan lembaga sepak bola nasional.
Lalu menyoroti bahwa pencapaian Indonesia sampai babak keempat kualifikasi sejatinya merupakan pertanda perkembangan. Namun, dia menegaskan bahwa capaian ini tidak boleh dimaknakan sebagai titik akhir. Sebaliknya, harus menjadi dorongan untuk memperbaiki dan memperkuat persiapan menuju ajang Piala Dunia selanjutnya.
Tak hanya itu, Lalu menegaskan bahwa evaluasi harus bersifat konkret dan komprehensif, bukan sekadar retorika. Evaluasi itu mencakup aspek teknis lapangan, sistem liga domestik, hingga pembinaan usia dini dan kelembagaan PSSI yang mengatur kompetisi nasional.
Seiring upaya evaluasi, Wakil Ketua Komisi X DPR tersebut juga menegaskan bahwa fokus ke Piala Dunia 2030 harus dimulai sekarang.
"Harus dipersiapkan dari sekarang untuk target 2030," ujar Lalu.
Menurut Lalu, pembenahan liga Indonesia adalah bagian penting dari persiapan ke depan. Ia menyebut bahwa kompetisi domestik yang kuat menjadi fondasi agar pemain lokal bisa bersaing, memberikan kualitas yang lebih baik saat masuk ke tim nasional.
Selain itu, pembinaan pemain muda atau usia dini menjadi sorotan utama. DPR meminta agar PSSI meningkatkan perhatian terhadap sektor ini agar generasi baru mempunyai pondasi kuat ketika naik ke level senior.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!