Mantan PM Inggris, Rishi Sunak Kini Gabung Microsoft dan Anthropic

Mantan PM Inggris, Rishi Sunak Kini Gabung Microsoft dan Anthropic
Mantan PM Inggris, Rishi Sunak. - (Dok. AP/Adrian Dennis).

JAKARTA, Genvoice.id - Mantan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak kini resmi mengambil peran sebagai penasihat senior di dua perusahaan teknologi besar, Microsoft dan Anthropic. Posisi ini bersifat paruh waktu dan fokus pada strategi global, tren ekonomi makro, serta implikasi geopolitik, bukan kebijakan domestik Inggris.

Keputusan Sunak ini diumumkan pada awal Oktober 2025 dan telah dikonfirmasi oleh Advisory Committee on Business Appointments (ACOBA), lembaga pengawas independen yang mengatur aktivitas pejabat publik setelah mereka meninggalkan jabatan pemerintahan.

Dalam peran barunya di dua perusahaan teknologi tersebut, Sunak akan memberikan pandangan strategis tentang tren ekonomi global, geopolitik, dan masa depan kecerdasan buatan (AI). Meski begitu, tugasnya sepenuhnya bersifat konsultatif dan tidak berkaitan langsung dengan kebijakan pemerintah Inggris.

Di Microsoft, Sunak akan menjadi penasihat dalam pengembangan strategi global perusahaan, terutama dalam konteks regulasi dan kebijakan publik yang memengaruhi industri teknologi. Ia juga dijadwalkan untuk tampil sebagai pembicara di beberapa acara resmi Microsoft, termasuk Microsoft Summit 2026, yang membahas masa depan digital dan transformasi AI.

Sementara itu, di Anthropic, startup AI yang didukung oleh Amazon dan Google, Sunak akan membantu menyusun strategi makroekonomi serta memberikan pandangan geopolitik terhadap arah pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pesaing utama OpenAI, dengan fokus pada pengembangan sistem AI yang aman dan bertanggung jawab.

Penunjukan Sunak tidak terlepas dari pengawasan ketat ACOBA. Lembaga tersebut memberlakukan sejumlah aturan untuk mencegah potensi konflik kepentingan.

Sebagai penasihat, Sunak dilarang melobi pemerintah Inggris atas nama Microsoft maupun Anthropic. Ia juga tidak diperkenankan menggunakan informasi rahasia yang diperolehnya selama menjabat sebagai perdana menteri untuk keuntungan komersial.

Sebagai langkah menjaga integritas, Sunak menyatakan bahwa seluruh pendapatan yang ia peroleh dari kedua peran tersebut akan disumbangkan ke The Richmond Project, yayasan amal yang ia dirikan bersama istrinya, Akshata Murty.

Rishi Sunak dikenal sebagai salah satu pemimpin Eropa yang paling progresif dalam urusan teknologi selama masa jabatannya. Ia memperjuangkan regulasi AI yang seimbang antara inovasi dan etika, serta mendorong pembentukan AI Safety Institute, lembaga yang kini menjadi rujukan internasional dalam pengawasan teknologi kecerdasan buatan.

Dengan pengalaman politik dan pemahaman ekonomi globalnya, Sunak diyakini mampu memberi nilai tambah bagi Microsoft dan Anthropic dalam menghadapi dinamika regulasi dan kompetisi global.

Meski kini lebih banyak berkiprah di dunia korporasi, kehadiran Sunak di dua perusahaan besar tersebut sekaligus mempertegas tren baru: kolaborasi antara pemimpin politik dan industri teknologi dalam membentuk arah masa depan digital dunia.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE