Viral! Rektor UI Disoraki 'Zionis' Saat Wisuda, Ternyata Ini Akar Masalah yang Bikin Mahasiswa Murka!
Fakta di Balik Protes Wisudawan UI yang Soraki Rektor Terkait Isu Palestina
JAKARTA, GENVOICE.ID - Momen kelulusan seharusnya jadi salah satu hari paling bahagia dan mengharukan, tapi beda cerita sama wisuda Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini.
Sebuah video yang merekam insiden tak biasa mendadak viral di media sosial, bikin heboh seantero jagat maya. Dalam video tersebut, Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, disoraki "Zionis!" oleh ratusan wisudawan saat acara yang digelar di Balairung UI, Depok. Duh, ada apa, ya?
Suasana yang awalnya penuh kebanggaan dan haru itu seketika berubah tegang dan canggung. Insiden ini bermula saat sesi penggalangan dana untuk program "Dana Abadi UI" dimulai.
Program ini tujuannya mulia, yaitu buat ngumpulin dana jangka panjang untuk support kegiatan akademik, riset, dan pengembangan kampus. Tapi, ajakan donasi ini justru memicu reaksi keras dari para wisudawan.
Sang rektor yang lagi pake toga cuma bisa senyum kaku sambil ngangkat tangan, lalu buru-buru bilang kalau dia juga alumni UI.
"Ya, kita juga sama seperti para wisudawan. Saya alumni UI, saya cinta UI," ujarnya sambil mengeluarkan HP dan mengajak semua orang memindai barcode untuk donasi. Tapi, saat Prof. Heri menyebut target donasi yang mencapai miliaran, sorakan "huuu" pun langsung terdengar.
Pemicu Kontroversi: Dosen Tamu yang Bikin Geram
Nah, usut punya usut, ternyata teriakan "Zionis" ini bukan tanpa alasan. Semua berawal dari keputusan UI yang mengundang Prof. Dr. Peter Berkowitz dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Program Pascasarjana UI beberapa waktu lalu. Siapa sih Peter Berkowitz ini? Dia adalah akademisi dari AS yang dikenal sebagai ilmuwan politik dan sarjana hukum.
Yang jadi masalah, Berkowitz diketahui merupakan keturunan Yahudi dan disebut-sebut sebagai pendukung gerakan Zionis. Buat yang belum tahu, Zionisme adalah gerakan politik yang mendukung pendirian dan pengembangan negara Israel.
Dalam konteks konflik Palestina-Israel yang lagi sensitif, istilah "Zionis" sering banget dikaitkan dengan dukungan terhadap kebijakan ekspansi Israel ke wilayah Gaza.
Kehadiran Berkowitz di kampus dianggap sebagian mahasiswa sebagai bentuk dukungan UI terhadap ideologi yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan solidaritas terhadap Palestina.
Hal inilah yang memicu kekecewaan dan kemarahan wisudawan, yang akhirnya dilampiaskan dengan teriakan "Zionis" kepada rektor yang dianggap bertanggung jawab.
Respons Cepat Rektor: Minta Maaf dan Janji Bikin 'UI Palestine Centre'
Setelah insiden wisuda UI viral ini, Prof. Heri Hermansyah langsung gerak cepat. Melalui akun Instagram pribadinya, ia memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Prof. Heri mengunggah foto dirinya bersama Duta Besar Palestina dan mengaku bahwa pihak kampus "kecolongan" dalam mengundang Peter Berkowitz.
Ia juga menegaskan kalau UI bakal menjamin kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebagai bentuk komitmen, ia mengumumkan akan mendirikan "UI Palestine Centre" yang bakal jadi wadah edukasi dan advokasi terkait perjuangan rakyat Palestina. Ia pun menutup unggahannya dengan pesan tegas, "Kita UI selalu mendukung perjuangan Palestina. Free Palestine."
Jadi, meskipun awalnya bikin geger, insiden ini akhirnya berujung pada komitmen UI untuk lebih berpihak pada isu kemanusiaan dan solidaritas Palestina.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!