Banjir Periuk Tangerang Mulai Surut, Warga Langsung Gercep Bersih-Bersih Rumah dari Sisa Lumpur Pekat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar terbaru datang dari wilayah Tangerang yang beberapa hari terakhir sempat dibuat lumpuh total akibat terjangan banjir yang sangat parah. Setelah berhari-hari berjuang melawan genangan air yang tingginya mencapai level sangat berbahaya, hari ini para warga di Perumahan Villa Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk Jaya, akhirnya bisa sedikit bernapas lega.
Air yang sebelumnya menenggelamkan pemukiman mereka hingga ketinggian lima meter kini sudah mulai berangsur-angsur turun ke level yang lebih aman. Kondisi ini pun langsung dimanfaatkan oleh warga untuk kembali ke rumah masing-masing dan melakukan aksi bersih-bersih massal. Pemandangan di lokasi saat ini dipenuhi dengan kesibukan warga yang sedang bahu-membahu menyapu sisa-sisa lumpur tebal yang menempel di dinding dan lantai rumah mereka.
Tidak hanya itu, banyak dari mereka yang terlihat menjemur perabot rumah tangga yang basah kuyup serta menata ulang barang-barang yang sempat dievakuasi ke lantai dua atau tempat pengungsian. Meskipun rasa lelah terlihat jelas di wajah para warga, namun ada secercah harapan karena bencana tahunan ini mulai mereda.
Bagi Gen yang tinggal di sekitar Tangerang, tentu sudah paham banget kalau kawasan Periuk memang menjadi langganan luapan sungai setiap kali hujan deras mengguyur dengan intensitas tinggi sejak awal pekan lalu. Kini, fokus utama masyarakat adalah mengembalikan kondisi rumah agar layak huni kembali sambil terus waspada terhadap kemungkinan adanya hujan susulan yang bisa saja kembali menaikkan debit air di sekitar lingkungan mereka.
Perjuangan Warga Menghadapi Banjir 5 Meter
Momen banjir kali ini benar-benar terasa sangat berat bagi masyarakat setempat. Salah satu warga bernama Puspa menceritakan bahwa penurunan debit air sudah mulai terasa sejak kemarin hingga pagi tadi. Penurunan ini menjadi aba-aba bagi dirinya dan keluarga untuk segera melakukan tindakan darurat agar lumpur tidak mengeras di dalam rumah.
"Dari kemarin airnya sudah mulai turun. Tadi pagi juga makin surut, jadi kami langsung bersihin rumah karena ada lumpur dan sampah," ujarnya, dilansir dari RRI.
Puspa juga menambahkan bahwa ketinggian air di area perumahan memang tidak merata. Di jalur utama mungkin sudah setinggi lutut, namun di area gang-gang sempit yang kontur tanahnya lebih rendah, air sempat mengunci aktivitas warga dengan ketinggian mencapai lima meter. Hal serupa disampaikan oleh Nurhayati yang merasa aktivitasnya benar-benar mati total selama banjir melanda. Listrik yang sengaja dipadamkan demi keamanan membuat warga hanya bisa menunggu dalam kegelapan dan ketidakpastian hingga air benar-benar surut.
"Waktu air tinggi kami tidak bisa apa-apa. Banyak barang yang terendam, listrik juga sempat dimatikan jadi kami hanya menunggu airnya surut," ucap Nurhayati yang juga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi saluran air agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Update BPBD dan Sisa Genangan di Periuk Damai
Meskipun sebagian besar wilayah sudah mulai kering, ternyata masih ada satu titik yang terpantau masih terendam. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, kawasan Komplek Perumahan Periuk Damai masih digenangi air dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter. Petugas gabungan pun terus dikerahkan ke lokasi untuk membantu percepatan proses pengeringan wilayah tersebut agar warga bisa segera beraktivitas normal kembali.
Andia S. Rahman selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengoptimalkan berbagai alat berat dan pompa air. "Untuk hari keenam banjir ini hampir diseluruh wilayah Kecamatan Periuk surut, Alhamdulillah. Tinggal satu titik di Periuk Damai dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter," ujar Andia.
Untuk mengatasi sisa genangan tersebut, sebanyak empat unit pompa portable tambahan telah dioperasikan di lapangan. Pompa-pompa ini merupakan bantuan dari berbagai instansi seperti BBWS Ciliwung Cisadane, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga Dinas PUPR Kota Tangerang. "Pompa-pompa yang sudah ada juga sudah bisa dinyalakan kembali. Targetnya hari ini proses penyurutan bisa selesai seluruhnya," kata Andia menutup keterangannya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!