Heboh Kasus Pembunuhan Pegawai BPS di Halmahera Timur: Gara-Gara Utang Judol dan Pelecehan Seksual!

Tragedi Pegawai BPS Halmahera Timur: Utang Judi Online Berakhir Pembunuhan Sadis

Heboh Kasus Pembunuhan Pegawai BPS di Halmahera Timur: Gara-Gara Utang Judol dan Pelecehan Seksual!
Garis polisi terpasang di lokasi kejadian. Garis ini berfungsi sebagai penanda area terbatas yang hanya boleh dilewati pihak berwenang. - (Dok. pexels.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada kabar kriminal yang bikin geleng-geleng kepala nih. Kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang pegawai BPS Halmahera Timur berinisial KLP (30) makin terkuak. Pelakunya ternyata rekan kerja korban sendiri, yaitu AH (27). Yang bikin miris, motifnya gara-gara utang judi online (judol)!

Kasus ini kembali jadi sorotan setelah polisi menggelar rekonstruksi di rumah dinas Kantor BPS Halmahera Timur pada Jumat (8/8/2025) kemarin. Jasad KLP sendiri ditemukan membusuk oleh rekan kerjanya pada Kamis (31/7/2025). Ternyata, KLP sudah tewas sejak Sabtu (19/7/2025) setelah dibunuh dengan keji oleh AH.

Nah, dari rekonstruksi itu, terungkap fakta baru yang lebih bikin merinding: korban juga sempat mengalami pelecehan seksual sebelum dibunuh. Awalnya, pelaku AH datang ke korban buat pinjam uang Rp 30 juta, yang diduga buat bayar utang judol. Tapi, KLP nolak. Gara-gara ditolak, AH langsung sakit hati dan merencanakan pembunuhan.

Strategi Jahat Curi Uang dan Pelecehan yang Bikin Ngeri

Plot pembunuhan ini bener-bener direncanain matang banget. AH memanfaatkan AFM, yang merupakan rekan kerja sekaligus calon istrinya, untuk mendapatkan kunci kamar KLP. Dengan kunci itu, AH bisa masuk ke rumah dinas pada Kamis (17/7/2025) buat mengintai gerak-gerik KLP.

Selama dua hari, AH bersembunyi di rumah dinas. Kesempatan itu datang pada Sabtu pagi (19/7/2025) sekitar pukul 05.22 WIT, saat rumah sepi. AH langsung masuk kamar korban, menyekap, mengikat tangan, dan melakban mulutnya. Yang bikin makin parah, pelaku sempat melakukan pelecehan seksual sebelum akhirnya berpura-pura minta maaf.

Setelah itu, AH kembali memaksa KLP buat ngasih uang. Dia mengambil handphone korban, minta password, dan mindahin uang sebesar Rp 38 juta ke rekeningnya sendiri.

Nggak cuma itu, pelaku juga nekat buka pinjaman online atas nama korban dan berhasil dapet uang Rp 50 juta, plus ngambil uang tunai yang ada di kamar. Total uang yang dikuras AH dari KLP mencapai Rp 89 juta! Sadis banget, kan?

Pelaku Sempat Nikah, Korbannya Disangka Cuti

Setelah nguras semua uang KLP, AH membunuh korban dengan membekap wajahnya pakai bantal selama 10 menit sampai korban meninggal. Untuk menutupi jejak, AH ngambil dua handphone KLP dan pura-pura jadi korban. Dia bahkan sempat mengajukan cuti atas nama KLP selama lima hari.

Tapi, aksi keji ini akhirnya terbongkar. Rekan kerja KLP yang curiga karena KLP enggak kunjung masuk kantor akhirnya ngecek ke rumah dinas. Mereka kaget banget pas nemuin KLP udah jadi mayat dalam kondisi membusuk.

Yang bikin publik makin geram, sebelum kejahatannya terbongkar, AH sempat menjalani resepsi pernikahan pada 27 Juli 2025. Nggak lama setelah itu, AH berhasil ditangkap polisi. Saat rekonstruksi, banyak warga yang emosi dan meneriaki AH, sampai polisi harus turun tangan buat mengamankan lokasi.

Pelaku kini dijerat pasal berlapis, termasuk pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal mati atau 20 tahun penjara. Kasus ini jadi pengingat betapa bahayanya judi online yang bisa membuat seseorang gelap mata dan nekat melakukan kejahatan keji.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE