Umuh Muchtar Murka soal Ancaman ke Thom Haye, Siap untuk Laporkan ke Polisi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar ancaman yang diterima gelandang Persib Bandung, Thom Haye, langsung memantik reaksi keras dari Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar.
Sosok yang dikenal vokal itu menegaskan bahwa sepak bola sama sekali tidak memberi ruang bagi tindakan intimidasi, apalagi yang mengarah pada ancaman pembunuhan.
Menurut Umuh, apa pun hasil pertandingan, sepak bola tetaplah olahraga yang menjunjung sportivitas. Ia menilai ancaman terhadap pemain dan keluarganya sebagai tindakan yang sudah melampaui batas dan tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.
Umuh memastikan bahwa pihak yang diduga mengirim ancaman kini tengah dilacak. Ia menegaskan kasus tersebut tidak akan dibiarkan menguap begitu saja dan bakal dibawa ke ranah hukum. Baginya, ancaman seperti itu jelas masuk kategori pidana dan harus dipertanggungjawabkan.
Di tengah situasi panas usai laga Persib kontra Persija, Umuh juga mengungkapkan bahwa manajemen sebenarnya sudah berupaya keras menjaga pertandingan tetap kondusif. Ia menyayangkan, setelah semua usaha dilakukan untuk mencegah keributan, justru muncul ancaman yang ditujukan kepada Thom Haye dan keluarganya.
Meski demikian, Umuh meminta Thom Haye agar tetap tenang. Ia menegaskan bahwa Persib tidak akan tinggal diam dan akan memastikan keamanan sang pemain. Umuh juga menegaskan tidak akan ada apa pun yang terjadi pada Haye selama proses hukum berjalan.
Nada Umuh makin keras ketika membahas pelaku ancaman. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak masuk akal dan sangat disesalkan, terlebih karena menyeret keluarga pemain ke dalam urusan sepak bola. Menurutnya, siapa pun yang berani melakukan ancaman pembunuhan harus siap menghadapi konsekuensi hukum.
Umuh pun memastikan bahwa laporan resmi akan diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia mengklaim bukti-bukti ancaman sudah cukup jelas, mulai dari nomor hingga kode tertentu, sehingga mudah ditelusuri. Ia menegaskan akan bertanggung jawab penuh dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak berwajib.
Bagi Umuh, kasus ini menjadi peringatan keras bahwa fanatisme tidak boleh berubah menjadi tindakan kriminal. Sepak bola, sekeras apa pun rivalitasnya, tetap harus berhenti di dalam lapangan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!