Viral Video Pejabat Nepal Bergelantungan di Helikopter, Demi Kabur dari Amukan Demonstran!

Detik-detik Mencekam, Pejabat Nepal Dievakuasi Pakai Helikopter dari Kerusuhan Massa

Viral Video Pejabat Nepal Bergelantungan di Helikopter, Demi Kabur dari Amukan Demonstran!
Sejumlah pejabat Nepal bergelantungan di tali helikopter saat dievakuasi dari amukan demonstran. - (Dok. X).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah video yang beredar viral di media sosial menunjukkan pemandangan mengejutkan, para pejabat Nepal dan keluarga mereka dievakuasi dari amukan massa menggunakan helikopter.

Aksi dramatis yang mirip film ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi besar yang dipicu oleh larangan media sosial dan kemarahan publik terhadap korupsi. Peristiwa ini menyoroti situasi politik Nepal yang makin memanas, terutama dengan protes yang dipimpin oleh Generasi Z.

Kronologi Aksi Protes di Nepal

Protes besar-besaran ini pecah pada Senin (8/9/2025). Akibatnya, setidaknya 20 orang tewas dan sejumlah bangunan rusak parah, termasuk gedung parlemen yang dibakar massa. Pada Rabu (10/9/2025), tentara Nepal sampai harus berjaga-jaga di jalanan ibu kota, Kathmandu, dan memberlakukan jam malam untuk memulihkan ketertiban.

Pada Selasa, puluhan ribu demonstran, yang sebagian besar adalah Gen Z, turun ke jalan. Mereka merusak rumah-rumah pejabat pemerintah dan membakar gedung parlemen.

Beberapa pejabat penting jadi sasaran, di antaranya Menteri Komunikasi Prithvi Subba Gurung, Wakil Perdana Menteri Bishnu Paudel, dan mantan Perdana Menteri Sher Bahadur Deuba.

Video yang beredar menunjukkan Menteri Keuangan dikejar dan ditendang, sementara wajah Sher Bahadur Deuba tampak berlumuran darah sebelum akhirnya dievakuasi.

Video Helikopter dan Amukan Massa

Saat kekacauan mencapai puncaknya, Angkatan Darat Nepal berhasil mengevakuasi sejumlah pejabat dan keluarga mereka menggunakan helikopter.

Sebuah video yang beredar memperlihatkan helikopter penyelamat yang mengangkut para pejabat dengan keranjang penyelamat, terbang di atas hotel di Kathmandu. Di bawahnya, asap tebal membubung tinggi, menambah kesan mencekam dari situasi di sana.

Massa yang marah juga membakar pos penjagaan dan sel di beberapa tempat, menunjukkan tingkat kemarahan yang luar biasa. Tentara terpaksa harus menghalangi upaya para tahanan untuk kabur dan memindahkan mereka ke penjara lain.

Aksi protes ini sebenarnya dipicu oleh keputusan pemerintah memblokir sejumlah media sosial seperti Facebook, YouTube, dan Instagram. Namun, kemarahan yang meluas ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat atas korupsi dan gaya hidup mewah para elit politik.

Terutama di kalangan pemuda, yang dijuluki "anak nepo," dianggap menikmati keuntungan besar, sementara mereka sendiri berjuang keras mencari pekerjaan. Tingkat pengangguran muda yang mencapai 20% membuat banyak anak muda Nepal terpaksa mencari pekerjaan ke luar negeri, seperti Timur Tengah atau Asia Tenggara.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE