Franco Mastantuono Dapat Kehormatan Setara Messi, Real Madrid Kini Punya Nomor 10 Argentina
JAKARTA, GENVOICE.ID - Franco Mastantuono mungkin baru berusia 18 tahun, tapi namanya sudah jadi buah bibir di dunia sepak bola. Setelah resmi digaet Real Madrid dari River Plate musim panas lalu, gelandang muda ini langsung diberi kehormatan besar oleh tim nasional Argentina-mengenakan jersey ikonik nomor 10, milik Lionel Messi.
Kesempatan itu datang saat Argentina menghadapi Ekuador. Messi yang kini bermain untuk Inter Miami tidak hadir, sementara Thiago Almada, kandidat utama pewaris nomor 10 untuk laga itu, juga absen karena masalah kesehatan. Akhirnya, keputusan jatuh pada Mastantuono. Momen ini sontak menjadi sorotan, karena nomor 10 Argentina bukan sekadar angka di punggung.
Dalam sejarahnya, nomor 10 selalu identik dengan pemain-pemain yang mendefinisikan generasi sepak bola Argentina. Sebelum Messi, ada Diego Maradona yang menginspirasi dunia dengan kepiawaiannya di Piala Dunia 1986. Kini, publik Argentina berharap akan lahir sosok baru yang bisa meneruskan tradisi tersebut.
Mastantuono, yang sejak kecil dibesarkan dalam akademi River Plate, dikenal punya teknik, visi bermain, dan kedewasaan di atas rata-rata untuk usianya. Tak heran Real Madrid rela bersaing ketat demi mendapatkan tanda tangannya. Florentino Pérez, presiden Los Blancos, seakan semakin yakin setelah menyaksikan bagaimana Argentina mempercayai pemain mudanya dengan beban besar itu.
Para fans Real Madrid juga punya alasan untuk berbangga. Klub mereka kini memiliki sederet pemain yang mengenakan nomor 10 di tim nasional top dunia: Vinícius Júnior bersama Brasil, Kylian Mbappé dengan Prancis, Jude Bellingham di Inggris, dan Mastantuono di Argentina. Empat negara ini bahkan diprediksi bisa mendominasi Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, bagi Mastantuono, perjalanan barunya baru saja dimulai. Mengenakan nomor 10 Argentina tentu jadi pengalaman emosional, tapi ia sendiri menegaskan pentingnya untuk tetap rendah hati. Tantangan berikutnya adalah belajar dari para senior, baik di Madrid maupun di tim nasional, sambil perlahan membuktikan dirinya layak jadi bagian dari warisan besar sepak bola Argentina.
Meski kehormatan itu hanya bersifat sementara, momen ini sudah tercatat sebagai tonggak awal karier Mastantuono. Dan bagi fans Albiceleste, selalu ada harapan: siapa tahu bocah ajaib ini kelak bisa menulis kisahnya sendiri, menyusul jejak Maradona dan Messi sebagai legenda nomor 10 Argentina.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!