Tesla Bongkar Tim Superkomputer Dojo: Proyek AI Andalan Elon Musk Resmi Dihentikan!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tesla secara diam-diam telah membubarkan tim di balik proyek ambisius superkomputer Dojo, menandai berakhirnya upaya perusahaan untuk mengembangkan chip in-house demi teknologi mengemudi otonom.
Dilansir dari Bloomberg, kepala proyek Dojo, Peter Bannon, juga akan meninggalkan perusahaan, sementara anggota tim lainnya akan dialihkan ke proyek pusat data dan komputasi lain dalam Tesla.
Pembubaran ini terjadi tak lama setelah sekitar 20 anggota tim Dojo hengkang dari Tesla untuk mendirikan startup AI baru bernama DensityAI, yang kabarnya akan segera keluar dari mode stealth. DensityAI dikabarkan tengah mengembangkan chip, perangkat keras, dan perangkat lunak untuk pusat data AI yang ditujukan untuk robotika, agen AI, dan aplikasi otomotif.
Langkah Tesla ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Dojo pernah diposisikan sebagai tulang punggung ambisi AI Elon Musk. Sejak diumumkan pada AI Day 2021, Dojo digadang-gadang mampu memproses jumlah data video yang sangat besar untuk mempercepat pengembangan self-driving penuh (FSD). Bahkan, Musk sempat menyebut bahwa Tesla akan "double down" pada Dojo menjelang peluncuran robotaksi pada Oktober lalu.
Namun, sejak Agustus 2024, pembicaraan soal Dojo perlahan menghilang. Musk justru mulai mempromosikan proyek baru bernama Cortex, sebuah supercluster AI training raksasa yang sedang dibangun di kantor pusat Tesla di Austin.
Keputusan ini bisa dianggap sebagai pergeseran strategi besar, apalagi Morgan Stanley sempat memperkirakan bahwa Dojo bisa menambah 500 miliar dolar AS nilai pasar Tesla melalui layanan robotaksi dan perangkat lunak berbasis AI.
Kini, Tesla dikabarkan akan lebih mengandalkan pihak ketiga seperti Nvidia, AMD, dan Samsung untuk kebutuhan komputasi dan produksi chip. Bahkan, bulan lalu Tesla menandatangani kontrak senilai 16,5 miliar dolar AS dengan Samsung untuk memproduksi chip AI6, chip serbaguna yang dirancang untuk digunakan mulai dari FSD, robot humanoid Optimus, hingga pelatihan AI skala besar di pusat data.
Musk sendiri sempat memberikan sinyal dalam panggilan pendapatan kuartal kedua Tesla:
"Saat memikirkan Dojo 3 dan chip inferensi AI6, secara intuitif, kami ingin mencari titik temu, di mana pada dasarnya itu chip yang sama," ujar Musk.
Di tengah transisi besar ini, Dewan Tesla dilaporkan menawarkan paket kompensasi senilai $29 miliar kepada Elon Musk agar ia tetap fokus mendorong pengembangan AI di Tesla, bukan di perusahaan AI pribadinya, xAI.
Sementara peluncuran robotaksi Tesla di Austin pada Juni lalu hanya menampilkan Model Y dengan sopir cadangan manusia dan memunculkan berbagai laporan perilaku mengemudi bermasalah, keputusan membatalkan Dojo menambah pertanyaan: seberapa dekat Tesla sebenarnya menuju kendaraan otonom penuh?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!