Platform Belajar Online Ini Raup Pertumbuhan Pengguna dengan Strategi "AI-First"
JAKARTA, GENVOICE.ID - Duolingo mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka berhasil melampaui estimasi pendapatan kuartalan, meskipun menghadapi kritik luas karena memutuskan untuk mengutamakan penggunaan generative AI dibanding pekerja manusia. Kabar ini langsung mengerek saham Duolingo hampir 30 persen.
Dilansir dari Tech Crunch, pada bulan April lalu, CEO Luis von Ahn mengumumkan bahwa Duolingo akan menjadi perusahaan "AI-first," yang berarti secara bertahap mengurangi ketergantungan pada pekerja kontrak. Ia juga menganjurkan tim untuk tidak menambah jumlah karyawan kecuali memang tidak memungkinkan lagi mengotomatisasi pekerjaan dengan AI. Berkat teknologi generative AI, Duolingo mampu meluncurkan 148 kursus bahasa baru, lebih dari dua kali lipat jumlah kursus sebelumnya.
"Tanpa AI, butuh waktu puluhan tahun untuk mengembangkan konten sebanyak ini untuk lebih banyak pelajar. Kami merasa bertanggung jawab untuk menghadirkan konten ini secepat mungkin kepada para pengguna," tulis von Ahn saat itu.
Meski sejumlah pengguna Duolingo mengeluhkan bahwa fitur AI malah menurunkan kualitas aplikasi, data keuangan perusahaan menunjukkan gambaran berbeda. Kini Duolingo memperkirakan pendapatan tahun ini akan melampaui satu miliar dolar AS, sementara jumlah pengguna aktif harian tumbuh sebesar 40 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini signifikan, meski berada di ujung bawah proyeksi pertumbuhan yang diperkirakan antara 40 hingga 45 persen.
Seorang investor sempat menyinggung hal tersebut pada panggilan laporan kuartal Rabu lalu, dan von Ahn menjelaskan, "Alasan pertumbuhan kami berada di ujung bawah karena saya membuat pernyataan tentang AI yang kurang mendapat konteks yang tepat. Akibatnya, kami menerima banyak kritik di media sosial."
Von Ahn menambahkan, "Yang paling penting adalah kami berusaha mengubah sentimen di media sosial agar menjadi lebih positif. Kami berhenti memposting konten yang memancing kontroversi dan mulai membagikan hal-hal yang dapat meningkatkan persepsi positif. Strategi itu berhasil."
Di TikTok, komentar teratas di video Duolingo seringkali masih berisi kritik terhadap pendekatan AI perusahaan. Beberapa netizen bercanda menanyakan apakah video dengan banyak orang itu hasil produksi AI, dan Duolingo membalas, "Tidak. Ini dibuat oleh tim hebat kami!"
Meski sentimen publik masih beragam, bagi Duolingo yang terpenting adalah performa finansial mereka tetap solid dan terus tumbuh berkat pemanfaatan AI dalam skala besar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!