Crystal Palace Angkat Trofi Community Shield Usai Singkirkan Liverpool Lewat Adu Penalti

Crystal Palace Angkat Trofi Community Shield Usai Singkirkan Liverpool Lewat Adu Penalti
- (Dok. The Independent).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Crystal Palace mencatat sejarah manis dengan menumbangkan Liverpool lewat drama adu penalti pada laga Community Shield di Stadion Wembley. Meski The Reds datang sebagai juara Premier League dengan belanja pemain hampir £300 juta di musim panas ini, skuad asuhan Arne Slot tetap tak mampu menghindari kekalahan.

Liverpool sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat Hugo Ekitiké di menit ke-4, memanfaatkan kerja sama apik dengan Florian Wirtz. Jeremie Frimpong kemudian menambah keunggulan di babak kedua lewat umpan silang yang berbelok masuk ke gawang Dean Henderson. Namun, Palace tak tinggal diam. Ismaïla Sarr menjadi mimpi buruk pertahanan baru Liverpool dengan mencetak dua gol penyama kedudukan, salah satunya lewat titik putih usai pelanggaran Virgil van Dijk.

Kedua tim bermain terbuka hingga akhir waktu normal, tetapi tak ada tambahan gol. Di babak adu penalti, Liverpool justru kehilangan ketajaman. Mohamed Salah, Alexis Mac Allister, dan Harvey Elliott gagal mengeksekusi dengan baik. Sementara itu, Justin Devenny yang masuk sebagai pemain pengganti memastikan kemenangan Palace, sekaligus menghadirkan trofi Community Shield pertama dalam sejarah klub.

Bagi pelatih Oliver Glasner, kemenangan ini menjadi bukti bahwa Palace mampu bersaing dengan tim papan atas meski skuadnya tak mengalami banyak perubahan sejak menjuarai Piala FA musim lalu. Mereka kini menunggu keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait banding larangan tampil di Liga Europa.

Di sisi Liverpool, debut para pemain baru seperti Ekitiké, Frimpong, Milos Kerkez, dan Wirtz menunjukkan potensi besar. Namun, laga ini juga menyoroti kelemahan lini belakang, terutama dalam menghadapi kecepatan Eberechi Eze dan Sarr. Bahkan, Marc Guéhi-kapten Palace yang tampil tangguh-dikabarkan masuk radar transfer The Reds.

Statistik mencatat Liverpool menguasai 56% bola dan menciptakan 10 tembakan, namun Palace yang bermain efektif mampu mengimbangi permainan. Dean Henderson tampil solid di bawah mistar, termasuk menggagalkan peluang emas Salah di menit-menit akhir.

Meski sejarah mencatat hanya sedikit pemenang Community Shield yang berlanjut menjadi juara liga, kekalahan ini memberi pesan bahwa persaingan musim ini akan ketat. Liverpool akan berusaha bangkit saat melawan Bournemouth di laga pembuka Premier League, sementara Palace merayakan momen bersejarah mereka bersama para pendukung yang memenuhi Wembley.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE