Sektor Pertanian Tetap Menjadi Salah Satu Bantalan Utama Ekonomi Nasional
JAKARTA - Di tengah ketidakpastian global dan tekanan pangan dunia, sektor pertanian dinilai tetap menjadi salah satu bantalan utama ekonomi nasional melalui penguatan produksi, stabilitas pasokan, dan pengendalian harga pangan, kataPengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati.
"Konsistensi produksi pangan nasional menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026. Pasokan pangan dan produksi khususnya beras sangat mempengaruhi stabilitas. Karena itu konsistensinya perlu dijaga< katanya, MInggu (10/5)
Pada Triwulan I 2025, sektor pertanian tercatat menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama dengan kontribusi sebesar 1,11 persen (year on year) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Capaian tersebut kata Ninasapti menunjukkan sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian nasional karena berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar.
Sebab itu, konsistensi produksi pangan perlu terus dijaga hingga akhir 2026 agar sektor pertanian mampu mempertahankan perannya sebagaimana yang ditunjukkan sepanjang 2025, baik dalam menjaga stabilitas ekonomi maupun pengendalian inflasi pangan.
Apalagi, komoditas pangan memiliki pengaruh besar terhadap inflasi nasional karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat.
Oleh sebab itu, keberhasilan menjaga produksi dan pasokan pangan domestik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan.
Di tengah kenaikan harga secara umum tersebut, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen yang dipengaruhi turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan pasokan pangan domestik yang relatif terjaga dan mulai memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Pengaruhi Stabilitas
Dengan keberhasilan menjaga pasokan dan produksi beras nasional, maka sangat berpengaruh terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Swasembada beras menunjukkan besarnya peran sektor pangan dalam menopang kondisi ekonomi nasional.
"Beras itu andilnya sangat besar dalam mengendalikan inflasi.
Artinya ini menunjukkan peran makanan dan minuman yang sangat besar," ujarnya.
Dia pun mengapresiasi kerja keras petani serta dukungan pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional.
Menurut dia, keberhasilan menjaga swasembada beras tidak hanya berdampak terhadap stabilitas harga, tetapi juga membuka peluang kerja yang luas di sektor pertanian.
"Yang jelas beras sudah swasembada.
Lapangan pekerjaan di pertanian masih terbuka lebar.
Dalam beberapa tahun terakhir minat anak muda terjun ke sektor pertanian juga masih cukup besar," tuturnya.
Dengan cadangan beras pemerintah yang telah mencapai lebih dari 5 juta ton, maka itu menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mengantisipasi gejolak pasar global.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!