Mengapa Api Lithium Sulit Dipadamkan dalam Kebakaran Gedung Terra Drone?

Mengapa Api Lithium Sulit Dipadamkan dalam Kebakaran Gedung Terra Drone?
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kebakaran hebat di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang, diduga dipicu ledakan baterai drone berjenis lithium-ion.

Jenis baterai ini dikenal luas digunakan pada perangkat elektronik seperti telepon seluler, laptop, power bank, drone, hingga kendaraan listrik. Meski efisien dan berukuran ringkas, baterai lithium-ion memiliki risiko kebakaran yang tinggi.

Berdasarkan berbagai sumber, baterai lithium rentan mengalami kondisi thermal runaway atau pelarian panas. Thermal runaway terjadi ketika suhu internal baterai meningkat secara tak terkendali hingga memicu reaksi berantai. Reaksi tersebut menghasilkan panas ekstrem, gas bertekanan, dan akhirnya ledakan. Setelah proses ini berlangsung, energi yang tersimpan dalam baterai dilepaskan dalam waktu singkat dan agresif, sehingga api yang muncul sangat sulit dipadamkan.

Dalam banyak kasus, kebakaran baterai lithium tidak hanya memicu percikan api pada satu titik, tetapi juga menyebar ke sel baterai lainnya. Hal ini membuat api kembali menyala meskipun permukaannya sudah disiram air atau bahan pemadam standar.

Beberapa faktor yang dapat memicu ledakan baterai lithium di antaranya adalah kesalahan pengisian daya, kerusakan fisik baterai, paparan panas berlebihan, atau cacat produksi.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti pembangunan Gedung Terra Drone yang dinilainya tidak sesuai aturan. Ia menyebut pelanggaran struktur bangunan, khususnya tangga darurat yang tidak memenuhi standar, menjadi penyebab banyak korban terjebak dan sulit menyelamatkan diri.

"Kalau semuanya menaati aturan pasti tidak terjadi. Ini pasti dibangun tanpa aturan," ujar Pramono usai meninjau lokasi kebakaran.

Menurutnya, ukuran tangga darurat yang terlalu kecil memperparah proses evakuasi, khususnya saat asap tebal sudah memenuhi ruangan dan jalur keluar tidak lagi dapat diakses.

"Struktur dan sebagainya jelas melanggar aturan. Tangga kecil itu membuat beberapa orang tidak bisa turun ke bawah," kata Pramono.

Dugaan kombinasi antara ledakan baterai lithium dan minimnya fasilitas keselamatan bangunan menjadi fokus perhatian penyelidik dalam mengungkap penyebab pasti kebakaran serta faktor-faktor yang memperbesar dampaknya.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE