Airbus A320 jadi Pesawat Terlaris, Salip Penjualan Boeing 737

Airbus A320 jadi Pesawat Terlaris, Salip Penjualan Boeing 737
Airbus A320Neo. - (Dok. Airbus).

JAKARTA, Genvoice.id - Airbus A320 resmi menjadi pesawat komersial terlaris di dunia, menyalip Boeing 737 yang selama puluhan tahun memegang rekor sebagai jet penumpang paling banyak dikirim dalam sejarah penerbangan sipil.

Keberhasilan ini dikonfirmasi setelah Airbus menyerahkan satu unit A320neo kepada maskapai Flynas asal Arab Saudi pada awal Oktober 2025. Pengiriman itu membuat total pesawat keluarga A320, termasuk A318, A319, A320, dan A321 mencapai 12.260 unit sejak produksi pertama dimulai pada tahun 1988. Angka tersebut secara resmi melampaui total pengiriman Boeing 737 yang sebelumnya menjadi pesawat terlaris dunia.

Pencapaian ini menjadi simbol perubahan besar dalam persaingan antara dua raksasa industri penerbangan dunia. Selama lebih dari tiga dekade, Boeing 737 selalu menjadi tolok ukur pesawat berpenumpang sedang (narrow-body) untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Namun, kini dominasi itu beralih ke tangan Airbus.

Kepala Eksekutif Airbus, Guillaume Faury, menyebut momen ini sebagai hasil dari komitmen panjang perusahaan dalam menghadirkan pesawat yang efisien, modern, dan ramah lingkungan.

"Keluarga A320 telah menjadi tulang punggung transportasi udara global. Kami bangga bisa membawa inovasi dan keandalan yang diakui maskapai di seluruh dunia," ujarnya seperti yang dikutip dari Reuters, Jumat (10/10).

Sementara itu, para analis menilai keberhasilan Airbus bukan hanya karena volume produksi, tetapi juga karena strategi perusahaan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar. Airbus konsisten memperbarui teknologi pesawatnya, terutama melalui seri A320neo yang menawarkan efisiensi bahan bakar hingga 20 persen lebih baik dibanding model sebelumnya.

Selain efisiensi bahan bakar, A320neo dikenal memiliki tingkat kebisingan lebih rendah, kabin yang lebih nyaman, dan teknologi avionik modern yang disukai pilot.

Airbus mampu menjaga stabilitas rantai pasokan dan kecepatan produksi di tengah krisis global yang melanda industri penerbangan pasca pandemi. Di saat Boeing masih berjuang memulihkan kepercayaan publik pasca kasus kecelakaan 737 MAX dan gangguan produksi, Airbus berhasil mempertahankan reputasi sebagai produsen yang andal dan efisien.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE