Foto Bermain Domino Viral, Raja Juli Antoni Minta Maaf
JAKARTA, Genvoice.id - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni meminta maaf kepada Presiden dan rakyat atas foto dirinya bermain domino bersama sejumlah orang, termasuk sosok Azis Wellang, yang pernah berstatus tersangka kasus pembalakan liar.
Peristiwa itu terjadi ketika Raja Juli menjemput ajakan bertemu dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, di Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Diskusi berlangsung selama kurang lebih dua jam, membahas hal non-isu kehutanan. Menjelang tengah malam, Raja Juli hendak pulang, lalu diajak bermain domino secara spontan oleh pihak yang berada di ruang tamu.
Raja Juli mengungkapkan kalau saat itu dirinya hanya bermain sebentar dan dirinya tidak mengenal Azis Wellang pada saat itu dan tidak ada pembicaraan apapun mengenai kasus pembalakan liar.
"Saya hanya bermain dua putaran, lalu pamit pulang. Baru setelah foto itu viral, saya sadar sosok di samping saya adalah Azis Wellang," ujarnya.
Menanggapi kegaduhan ini, Raja Juli menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto, Komisi IV DPR, dan seluruh masyarakat Indonesia.
"Dari hati yang terdalam, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Pak Presiden Prabowo, kepada komisi IV mitra saya, dan terutama maaf saya tentu kepada masyarakat Indonesia atas kericuhan yang terjadi karena foto yang beredar tersebut," ujar Raja Juli, dikutip dari CNBC , Selasa (9/9/).
Dengan kegaduhan yang ia buat, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan untuk kedepannya agar lebih berhati-hati dalam bertindak sebagai pejabat publik.
"Saya berharap ini menjadi pelajaran bagi saya sebagai pejabat publik untuk lebih hati-hati, lebih aspiratif, lebih mampu membaca sensifitas masyarakat. Saya kira demikian," tegasnya.
Reaksi publik datang cepat dan keras. Salah satunya datang dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), yang menilai kehadiran menteri dalam satu meja permainan dengan eks-tersangka tidak etis. Menurut pengamat, situasi seperti ini bisa mengikis kepercayaan terhadap penegakan hukum di sektor kehutanan.
Permintaan maaf Raja Juli sekaligus klarifikasi tegasnya menunjukkan upaya untuk kembali menjaga integritas dan citra publik kementerian kehutanan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!