Sony Akui Strategi Game Live-Service Bermasalah Usai Gagal Totalnya Concord
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sony akhirnya buka suara soal strategi game live-service mereka yang "tidak berjalan mulus," terutama setelah peluncuran Concord yang gagal total dan penundaan Marathon.
Dilansir dari Tech Radar, dalam sesi tanya jawab terbaru setelah laporan keuangan kuartalan (dilansir VGC), perusahaan mengakui bahwa perjalanan ke arah live-service penuh tantangan, tapi mereka belum menyerah.
Game live-service Concord yang baru saja diluncurkan ditutup hanya dua minggu setelah rilis karena penjualan yang buruk dan jumlah pemain yang rendah. Firewalk Studios, pengembang Concord, bahkan menghentikan penjualan game tersebut dan memberikan refund penuh kepada semua pemain di PS5 dan PC.
Sementara itu, Marathon, game lain yang diharapkan menjadi andalan live-service dari Bungie, kembali ditunda, menambah daftar masalah dalam strategi layanan Sony.
Meski dihantam berita negatif, CFO Sony Lin Tao tetap menyatakan keyakinannya terhadap potensi live-service. Ia menekankan bahwa dalam lima tahun terakhir, kontribusi live-service ke pendapatan software first-party meningkat secara signifikan.
"Lima tahun lalu, game live-service hampir tidak ada di PlayStation Studios. Sekarang kita punya Helldivers 2, MLB The Show, Gran Turismo 7, dan tentu saja Destiny 2 dari Bungie. Keempat game ini memberikan kontribusi penjualan dan keuntungan yang stabil," ungkap Tao melalui penerjemah.
Dalam presentasi tersebut, terungkap bahwa 40% dari pendapatan software first-party pada Q1 berasal dari game live-service. Meski untuk satu tahun penuh angkanya diperkirakan akan turun ke sekitar 20-30%, angka ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibanding beberapa tahun lalu.
"Transformasi ini memang tidak sepenuhnya berjalan mulus. Tapi jika dilihat dari perspektif jangka panjang, perubahan besar sudah terjadi," lanjut Tao. "Kami menyadari masih banyak masalah, dan kami harus belajar dari kesalahan agar ke depannya live-service yang kami luncurkan lebih efisien dan tidak terbuang percuma."
Di tengah badai, Sony tetap punya satu titik terang: Helldivers 2. Game dari Arrowhead Game Studios ini meledak di pasaran, terjual 12 juta copy hanya dalam 12 minggu pertama dan memaksa studio untuk menaikkan batas pemain online hingga 700.000 karena server tak mampu menampung lonjakan pengguna.
Bahkan, Helldivers 2 akan dirilis di Xbox Series X|S pada 26 Agustus 2025, menandai langkah besar lainnya bagi game eksklusif Sony untuk menjangkau platform rival - sesuatu yang belum lama ini terasa mustahil.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!