OpenAI Hidupkan Kembali GPT-4o Setelah Protes Pengguna, Meski GPT-5 Diklaim Lebih Cerdas

OpenAI Hidupkan Kembali GPT-4o Setelah Protes Pengguna, Meski GPT-5 Diklaim Lebih Cerdas
- (Dok. TechSpot).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Peluncuran GPT-5 oleh OpenAI yang disebut-sebut sebagai model "terpintar, tercepat, dan paling bermanfaat" justru memicu gelombang protes dari sebagian pengguna setia. Mereka menuntut kembalinya GPT-4o, model sebelumnya yang dianggap lebih hangat dan alami saat diajak bercakap.

Sejak GPT-5 dirilis pekan ini, OpenAI awalnya menghapus opsi untuk memilih model. Sistem otomatis langsung memakai GPT-5 dengan "real-time router" yang mengalihkan ke model efisien untuk pertanyaan ringan dan model reasoning yang lebih mendalam untuk permintaan kompleks. Namun, transisi ini tak berjalan mulus. Beberapa pengguna mengeluh GPT-5 terasa "dingin" dan "kurang ekspresif," berbeda dari GPT-4o yang mereka anggap hampir seperti teman.

CEO OpenAI Sam Altman mengakui, pada tahap awal perilisan, GPT-5 memang tampak "lebih bodoh" akibat masalah teknis. Dalam sesi AMA di Reddit, ia menegaskan GPT-5 sebenarnya memiliki kualitas penulisan lebih baik, tetapi mengaku "meremehkan" betapa pentingnya ciri khas GPT-4o bagi sebagian pengguna. Akhirnya, lewat unggahan di X, Altman mengumumkan Plus subscriber kembali diberi pilihan untuk menggunakan GPT-4o.

Meski demikian, Altman tidak menjanjikan GPT-4o akan bertahan selamanya. Keputusan mempertahankannya akan bergantung pada tingkat penggunaan. Sementara itu, OpenAI tetap fokus menyempurnakan GPT-5, termasuk membuatnya "lebih hangat" secara interaksi.

Di balik kontroversi ini, GPT-5 membawa sejumlah peningkatan signifikan. Model baru ini disebut lebih cepat, lebih akurat, dan 80% lebih sedikit membuat kesalahan fakta dibanding model reasoning sebelumnya. Fitur baru seperti Safe Completions memastikan jawaban tetap aman namun informatif, bahkan untuk topik sensitif seperti sains atau kesehatan. GPT-5 juga adaptif terhadap pengetahuan dan lokasi pengguna, serta diklaim sebagai model terbaik OpenAI untuk pemrograman hingga penulisan kreatif.

Selain itu, GPT-5 menghadirkan integrasi lebih mulus dengan Gmail, Google Calendar, dan Google Contacts, opsi personalisasi warna chat, preset gaya komunikasi seperti "cynic" atau "listener," serta pembaruan pada fitur Advanced Voice yang lebih responsif terhadap instruksi.

Meski GPT-5 dianggap sebagai langkah besar menuju kecerdasan buatan tingkat lanjut, Altman menegaskan model ini belum bisa belajar secara mandiri - salah satu elemen penting menuju artificial general intelligence (AGI). "Kita sudah jauh lebih dekat, tapi masih ada hal krusial yang hilang," ujarnya.

Dengan kembalinya GPT-4o untuk sementara, OpenAI kini berada di persimpangan: menjaga loyalitas pengguna lama atau mendorong adopsi penuh GPT-5 sebagai standar baru.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE