Barcelona Protes Wasit, Lapor ke UEFA Karena Merasa Dicurangi Lawan Atletico

Barcelona Protes Wasit, Lapor ke UEFA Karena Merasa Dicurangi Lawan Atletico
- (Dok. UEFA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Drama panas menyelimuti kompetisi paling bergengsi di Eropa, Liga Champions, setelah raksasa Spanyol, FC Barcelona, secara resmi menyatakan perang urat syaraf dengan mengajukan keluhan formal kepada UEFA.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat, melainkan sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas kepemimpinan wasit Istvan Kovacs saat Barca menjamu Atletico Madrid di laga leg pertama perempat final. Pertandingan yang baru saja usai di Camp Nou pada Kamis dini hari tersebut menyisakan luka dan kemarahan besar bagi pihak manajemen maupun para penggemar setia klub asal Catalan itu.

Barcelona merasa integritas pertandingan telah dirusak oleh rangkaian keputusan sang pengadil lapangan yang dianggap sangat merugikan posisi mereka sebagai tuan rumah. Tidak butuh waktu lama bagi pihak klub untuk bertindak tegas; hanya dalam hitungan jam setelah peluit panjang berbunyi, mereka langsung melayangkan surat protes kepada otoritas sepak bola tertinggi di Eropa tersebut.

Tensi pertandingan yang memang sudah tinggi sejak menit awal menjadi semakin tidak terkendali ketika beberapa insiden krusial diabaikan begitu saja oleh wasit, yang pada akhirnya secara langsung berdampak pada skor akhir pertandingan.

Keluhan ini menjadi sinyal bahwa Barcelona tidak akan tinggal diam ketika mereka merasa standar ganda diterapkan dalam kompetisi sebesar Liga Champions, demi menjaga keadilan bagi setiap tim yang bertanding di level tertinggi.

Halo Gen, ada info super panas dari dunia bola yang lagi bikin geger nih. Pihak manajemen FC Barcelona baru saja mengeluarkan pernyataan resmi yang sangat tegas terkait kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah.

Masalah utamanya ada pada momen krusial di menit ke-54, saat pemain Atletico Madrid, Marc Pubill, diduga kuat menyentuh bola dengan tangan di area kotak terlarang setelah menerima umpan dari Juan Musso. Meskipun seluruh pemain Barca sudah melakukan protes keras di lapangan, wasit tetap bergeming dan memilih untuk melanjutkan pertandingan tanpa memberikan hadiah penalti.

Bagi pihak klub, momen ini adalah titik balik yang sangat fatal. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebutkan bahwa kesalahan ini menjadi semakin parah karena tidak adanya campur tangan dari teknologi VAR. "Bagi Barcelona, keputusan yang bersamaan dengan kurangnya intervensi VAR ini, adalah kesalahan besar," tulis pernyataan klub tersebut.

Mereka menuntut UEFA untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa rekaman komunikasi wasit selama pertandingan berlangsung demi transparansi.

Nggak cuma soal penalti, Gen, emosi para pemain Barca juga meledak gara-gara kartu merah yang diterima bek muda andalan mereka, Pau Cubarsi, tepat sebelum babak pertama usai di menit ke-44. Padahal, keputusan itu diambil setelah melalui tinjauan VAR yang panjang, namun tetap dirasa tidak adil oleh kubu Barcelona.

Dengan bermain sepuluh orang, Barca akhirnya harus menyerah kalah dengan skor 0-2 dari tim tamu.

Barcelona merasa kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya menimpa mereka di kancah Eropa dan bisa merusak sportivitas antar tim. Mereka menegaskan, "Keputusan wasit yang tidak masuk akal berdampak buruk pada tim dan menciptakan standar ganda yang membuat pertandingan tidak berjalan dengan setara."

Sekarang, semua mata tertuju pada UEFA untuk melihat bagaimana mereka bakal merespons laporan keberatan dari tim sebesar Barcelona ini, Gen! Kita tunggu saja kelanjutannya ya.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE