Mahasiswa Indonesia Meninggal di Austria Usai Dampingi Pejabat! Pihak EO Malah Asyik Makan-Makan?

Nahas! Mahasiswa Asal Indonesia Muhammad Athaya Meninggal Akibat Diduga Heatstroke, PPI Belanda Kecam Kelalaian Pihak EO

Mahasiswa Indonesia Meninggal di Austria Usai Dampingi Pejabat! Pihak EO Malah Asyik Makan-Makan?
Ilustrasi bunga mawar sebagai simbol duka cita. - (Dok. Unsplash.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar duka datang dari Wina, Austria. Seorang mahasiswa Indonesia, Muhammad Athaya Helmi Nasution (18), yang sedang menempuh studi di Belanda, meninggal dunia saat bertugas mendampingi kunjungan kerja pejabat dari Indonesia.

Kematian Athaya diduga akibat heatstroke, kondisi di mana tubuh mengalami panas berlebih. Yang bikin geram, pihak panitia atau event organizer (EO) dituduh mengabaikan kondisi Athaya dan tetap melanjutkan acara seperti biasa.

Kronologi Tragis: Meninggal Saat Kunjungan Kerja Pejabat RI

Menurut informasi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda, Athaya, yang merupakan anggota PPI Groningen, meninggal pada 27 Agustus 2025 lalu. Ia bertugas sebagai pemandu atau liaison officer (LO) untuk kunjungan kerja pejabat Indonesia yang terdiri dari anggota DPR, OJK, dan Bank Indonesia.

PPI Belanda mengungkapkan bahwa Athaya bertugas sejak pagi hingga malam hari. Diduga, kelelahan dan paparan panas ekstrem menyebabkan ia mengalami heatstroke yang berujung fatal.

Namun, yang paling memicu amarah adalah sikap dari pihak EO dan koordinator LO. PPI Belanda mengecam keras tindakan mereka yang dianggap abai.

"Alih-alih mengunjungi tempat penginapan saat almarhum menghembuskan napas terakhir, acara kunjungan kerja terus bergulir di mana pihak EO justru terus sibuk mengurus persiapan acara makan-makan bersama pejabat publik di restoran," tulis PPI Belanda di akun Instagram mereka.

Bahkan, ada dugaan dari pihak keluarga bahwa ada upaya penutupan informasi terkait kegiatan dan siapa saja yang didampingi oleh Athaya.

Respons Pemerintah: Kemlu Turun Tangan Urus Pemulangan Jenazah

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia melalui Direktur Jenderal Perlindungan WNI, Yudha Nugraha, mengonfirmasi kejadian tragis ini. KBRI Wina telah memberikan bantuan penuh untuk mengurus semua dokumen, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan membantu pemulasaran jenazah Athaya.

"Sesuai permintaan keluarga, jenazah almarhum telah dipulangkan ke Tanah Air pada tanggal 4 September 2025," jelas Yudha.

Yudha menambahkan bahwa Athaya memang bertugas mendampingi delegasi Indonesia dalam rangkaian pertemuan dengan otoritas Austria. Pihak Kemlu juga menegaskan bahwa penugasan mahasiswa sebagai panitia sepenuhnya dikelola oleh EO dari Indonesia.

Kisah meninggalnya Athaya ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memicu pertanyaan besar tentang perlindungan dan kesejahteraan para mahasiswa yang sering dilibatkan dalam acara-acara formal.

Semoga segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga agar kasus serupa tidak terulang di masa depan, ya Gen.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE