Bukan Main! Guru Ngaji Cabul di Tebet Terancam Hukuman Berat 15 Tahun Penjara
Gen, kasus memalukan kembali mencoreng dunia pendidikan agama. Seorang guru ngaji di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, berinisial AF, kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga mencabuli sedikitnya 10 anak di bawah umur yang merupakan murid ngajinya sendiri. Mirisnya, aksi bejat ini bukan baru-baru ini saja dilakukan. Dari hasil penyelidikan, perbuatan itu sudah berlangsung sejak tahun 2021.
Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu Civilia, mengatakan bahwa AF resmi ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun serta denda hingga Rp5 miliar.
"Tersangka terjerat tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam Pasal 76E Junto Pasal 82 Ayat 1 dan 2 tentang Perlindungan Anak di bawah umur," ujarnya, dilansir dari ANTARA.
Dari pengakuan dan hasil penyidikan, AF menjalankan modus yang licik. Ia biasanya membedakan jadwal murid laki-laki dan perempuan. Para murid laki-laki diminta pulang lebih dulu, sementara murid perempuan disuruh mengaji belakangan di ruang tamu rumahnya - yang selama ini jadi tempat kegiatan mengajar. Di situlah aksi bejatnya berlangsung.
Yang lebih mengejutkan, pelaku sempat mengintimidasi para korban. Ia menampar mereka dan mengancam agar tidak menceritakan kejadian tersebut ke orang tua. Bahkan, demi membungkam suara korban, AF memberikan uang recehan mulai dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu.
Kasus ini mencuat setelah laporan resmi masuk ke polisi dengan nomor LP/B/2301/VI/2025/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA. Polisi langsung bergerak cepat dan menangkap AF pada Sabtu, 28 Juni 2025. Aksi ini juga ramai dibahas di media sosial, terutama setelah rumah pelaku diberi garis polisi dan fotonya viral lewat akun @infojaksel.id.
Tak tinggal diam, Unit PPA Polres Metro Jakarta Selatan saat ini telah memberikan pendampingan kepada para korban. Langkah ini penting agar korban tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat peristiwa tragis yang mereka alami di usia belia.
Gen, ini jadi pengingat serius buat kita semua: pengawasan terhadap anak-anak harus benar-benar maksimal, bahkan ketika mereka berada di ruang yang dianggap "aman" seperti tempat mengaji. Kepercayaan masyarakat terhadap tokoh agama bisa rusak hanya karena satu oknum seperti ini. Kita semua harus lebih waspada, dan jika melihat tanda-tanda kekerasan atau pelecehan terhadap anak, jangan ragu untuk segera melapor.
Kalau kamu atau orang di sekitarmu mengalami kekerasan serupa, jangan diam ya, Gen. Cari bantuan ke orang dewasa terpercaya, atau langsung hubungi layanan perlindungan anak terdekat. Jangan biarkan pelaku merasa aman hanya karena korban memilih diam.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!