Pernah Dengar Penjualan Mobil Anjlok Akibat Serangan Siber? Begini Nasib Jaguar Land Rover!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jaguar Land Rover (JLR) menghadapi salah satu kuartal terberat dalam sejarah bisnisnya setelah serangan siber besar-besaran melumpuhkan sistem produksi dan operasi perusahaan pada awal September 2025. Insiden ini datang di saat krusial, ketika Jaguar sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran, yang membuat mereka sangat bergantung pada performa lini Land Rover.
Dilansir dari Antara, serangan siber tersebut memaksa JLR menonaktifkan sistem dan menghentikan produksi secara sementara, menyebabkan kekacauan dalam rantai pasokan dan distribusi.
Dampak dari gangguan ini langsung tercermin dalam laporan keuangan terbaru. Dalam kuartal kedua tahun fiskal 2026, penjualan grosir JLR turun tajam sebesar 24,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan juga mengalami penurunan yang sama jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, penjualan eceran (retail) juga mencatatkan penurunan signifikan sebesar 17,1 persen, dengan hanya 85.495 unit kendaraan yang terjual. Hampir semua pasar utama mengalami penurunan
Perusahaan menyebut ini sebagai "kuartal yang penuh tantangan", di mana berbagai faktor menjadi penyebab: mulai dari penghentian produksi akibat serangan siber, penghapusan bertahap model Jaguar lama, hingga kenaikan tarif impor AS yang memukul ekspor mereka ke pasar Amerika.
Meski demikian, ada sedikit titik terang. Model-model andalan seperti Range Rover, Range Rover Sport, dan Defender kini menyumbang 76,7 persen dari total penjualan grosir, naik dari 67 persen tahun lalu. Hal ini menunjukkan strategi perusahaan untuk fokus pada model-model paling menguntungkan mulai menunjukkan hasil.
CEO Jaguar Land Rover, Adrian Mardell, menyatakan bahwa proses pemulihan telah dimulai secara bertahap. Mesin produksi di pabrik Wolverhampton akan kembali berjalan mulai minggu ini, disusul oleh pabrik Nitra dan Solihull dalam waktu dekat.
"Kami tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi proses pemulihan sudah berjalan dengan baik," ujar Mardell.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelanggan, pemasok, karyawan, dan diler yang tetap setia dan bekerja keras selama masa krisis ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!