Cloudflare Kembali Tumbang! Internet Ikut Kacau, dari Canva sampai Platform Trading India
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sejumlah situs dan aplikasi global sempat kacau pada Jumat (5/12) setelah Cloudflare, perusahaan infrastruktur internet yang menjadi tulang punggung jutaan layanan daring, mengalami gangguan singkat.
Dampaknya terasa luas, mulai dari layanan perdagangan saham di India hingga platform desain dan rapat daring yang akrab digunakan banyak orang.
Dua platform trading besar India, Groww dan Zerodha, menjadi yang pertama melaporkan masalah. Groww mengumumkan lewat X bahwa mereka tengah menghadapi kendala teknis akibat pemadaman global Cloudflare. Gangguan itu disebut mempengaruhi banyak aplikasi di seluruh dunia. Tidak sampai lima belas menit kemudian, Groww kembali memberi kabar bahwa layanan mereka telah sepenuhnya pulih.
Zerodha juga mengalami hal serupa. Platform perdagangan mereka, Zerodha Kite, mendadak tidak bisa diakses. Dalam pernyataannya, mereka meminta pengguna beralih sementara ke cadangan WhatsApp Kite sambil menunggu penyelidikan teknis. Tak lama kemudian, Zerodha memastikan gangguan Cloudflare sudah teratasi dan pengguna bisa kembali bertransaksi seperti biasa.
Rentetan gangguan itu tidak hanya menimpa dua layanan tersebut. Canva, Zoom, Shopify, Valorant, LinkedIn, hingga Down Detector juga sempat terdampak sebelum akhirnya kembali normal. Skala gangguan ini kembali mengingatkan bahwa Cloudflare bukan sekadar penyedia layanan tambahan, melainkan pondasi bagi sebagian besar internet modern.
Cloudflare sendiri bekerja pada lapisan yang berada di antara server pemilik situs dan penggunanya. Perusahaan ini mengelola lalu lintas, menjaga keamanan dari serangan, dan memastikan situs tetap cepat diakses. Dengan pelanggan mencapai 300.000 di 125 negara dan pendapatan hampir 500 juta dolar dalam satu kuartal, posisi Cloudflare sangat strategis bagi ekosistem daring global.
Begitu ada masalah di infrastruktur mereka, layanan-layanan yang sebenarnya tidak memiliki kendala internal ikut terdampak. Untuk gangguan terbaru ini, Cloudflare belum mengungkap penyebab pastinya. Mereka menyatakan sedang melakukan penyelidikan setelah sebelumnya menerapkan perbaikan darurat untuk menstabilkan kembali jaringan.
Gangguan Cloudflare bukan hal baru. Pada November lalu, sejumlah situs global sempat lumpuh, termasuk ChatGPT dan Spotify. Peristiwa itu cepat memicu spekulasi soal serangan siber. Namun CEO Cloudflare, Matthew Prince, menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan akibat aktivitas jahat. Ia menjelaskan bahwa masalah bersumber dari perubahan internal pada basis data perusahaan yang mengatur layanan pengelolaan lalu lintas dan keamanan situs.
Gangguan terbaru ini kembali menunjukkan betapa rapuhnya ekosistem internet ketika satu pemain besar terganggu. Bahkan gangguan singkat sudah cukup membuat berbagai layanan digital goyah seketika.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!