Apa Itu Magma dan Bagaimana Ia Bisa Tersembur Keluar?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Setiap kali gunung berapi meletus, kita disuguhkan pemandangan mencekam berupa semburan cairan merah pijar yang sangat panas. Di dalam perut bumi, cairan silikat pijar ini dikenal dengan sebutan magma.
Namun, bagaimana bisa batuan padat di kedalaman bumi berubah menjadi cairan mendidih, dan apa yang membuatnya mampu menembus lapisan kerak bumi hingga keluar menjadi lava? Simak perjalanan misterius magma berikut ini!
Apa Itu Magma?
Magma adalah lelehan batuan bersuhu sangat tinggi (sekitar $700^\circ\text{C}$ hingga $1.300^\circ\text{C}$) yang berada di bawah permukaan bumi, tepatnya pada lapisan mantel atau kerak bumi. Cairan ini terdiri dari larutan silikat kompleks, gas terlarut, serta kristal-kristal batuan.
Proses Terbentuknya Magma di Dalam Perut Bumi
Batuan padat di dalam bumi tidak serta-merta meleleh. Proses pembentukan magma dipicu oleh tiga kondisi ekstrem:
-
Peningkatan Suhu (Decompression Melting): Batuan yang berada di kedalaman puluhan kilometer terpapar suhu ekstrem yang melebihi titik leleh batuan tersebut.
-
Penurunan Tekanan: Ketika lempeng tektonik bergerak atau bergeser, tekanan pada batuan di mantel bumi berkurang. Penurunan tekanan ini menurunkan titik leleh batuan, sehingga batuan padat berubah menjadi cair.
-
Penambahan Penurun Titik Leleh (Flux Melting): Masuknya zat volatil seperti air ($H_2O$) atau karbon dioksida ($CO_2$) dari lempeng samudra yang menunjam dapat menurunkan suhu leleh batuan mantel secara drastis.
Perjalanan Panjang Magma Menuju Permukaan Bumi
Bagaimana cairan panas ini bisa naik dan memicu erupsi gunung berapi? Ini dia tahapannya:
-
1. Kerapatan Massa Rendah (Prinsip Apung): Magma cair memiliki massa jenis (density) yang lebih ringan ketimbang batuan padat di sekitarnya. Hal ini membuat magma secara alami terdorong naik ke atas layaknya gelembung udara dalam air.
-
2. Terkumpul di Dapur Magma (Magma Chamber): Dalam perjalanannya menembus rekahan kerak bumi, magma sering kali tertahan dan berkumpul di sebuah ruang raksasa di bawah gunung berapi yang disebut dapur magma.
-
3. Peningkatan Tekanan Gas: Di dalam dapur magma, gas-gas terlarut mulai terpisah dan menciptakan tekanan yang sangat dahsyat.
-
4. Erupsi Gunung Berapi: Ketika tekanan gas di dapur magma sudah tidak mampu ditampung lagi oleh batuan penutup di atasnya, magma akan mendobrak keluar menuju permukaan bumi dan berubah nama menjadi Lava.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!