Tesla Bakal Buka Pusat R&D Baru di Berlin, Jerman Tahun Depan, Kapan ke Indonesia?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tesla dikabarkan akan membuka pusat pengembangan (R&D) baru di Eropa yang berlokasi di Berlin, Jerman, pada tahun 2026 mendatang. Informasi ini diumumkan langsung oleh Wakil Presiden sekaligus Kepala Pengembang Tesla, Lars Moravy, dalam konferensi pers yang dilaporkan media lokal RBB 24.
Pusat R&D baru ini direncanakan akan melibatkan sekitar 250 insinyur dan teknisi yang akan fokus mengembangkan model kendaraan baru, teknologi baterai, serta infrastruktur pengisian daya. Meski lokasi tepatnya belum diungkapkan, perusahaan berencana menggunakan pabrik yang saat ini kosong di dekat Gigafactory Berlin sebagai basis operasional.
Awalnya, Tesla merencanakan hanya sekitar 130 insinyur yang menempati fasilitas tersebut. Namun, perusahaan kini berinvestasi jutaan euro untuk memperluas kapasitas dan fasilitas pusat pengembangan ini. Proyek ini sesungguhnya sudah diperkenalkan saat Tesla mengumumkan pembangunan Gigafactory Berlin pada November 2019, dan kini hampir terealisasi.
Tesla, yang mempekerjakan sekitar 11.500 karyawan di seluruh dunia, memproduksi sekitar 5.000 mobil listrik per minggu di pabrik Grünheide, Brandenburg, sekitar delapan kilometer dari Köpenick. Produksi di Grünheide melayani lebih dari 30 negara, termasuk pasar berkembang seperti Turki dan Kanada, di mana mobil Tesla juga dibuat di pabrik ini akibat sengketa tarif perdagangan.
Saat ini, Tesla mempekerjakan sekitar 2.000 insinyur di Jerman yang tersebar di pabrik Grünheide dan tiga lokasi lainnya. Langkah pembukaan pusat R&D baru ini memperkuat komitmen Tesla terhadap pasar Eropa, meskipun menghadapi penurunan angka penjualan di beberapa wilayah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!