Sabrina Carpenter Bikin Hyde Park Menyala Lewat Panggung Megah dan Aksi Penuh Gimmick
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sabrina Carpenter sukses mengubah BST Hyde Park 2025 menjadi arena pesta pop penuh warna lewat konser spektakulernya yang telah terjual habis. Dengan panggung putih bergaya klub malam New York dan gemerlap visual, sang bintang "Espresso" membuka malam dengan lagu "Busy Woman" sambil mengenakan bodysuit merah menyala bertuliskan namanya sendiri.
Dukungan dari belasan penari membuat pertunjukan terasa hidup dari awal hingga akhir. Salah satu momen paling menghibur terjadi saat seorang kru membawakannya segelas minuman di atas panggung yang langsung ditenggaknya dengan ekspresi lucu, disambut tawa dan sorakan dari ribuan penonton.
Setlist malam itu berisi 18 lagu yang memadukan nuansa emosional dan euforia, termasuk "Coincidence", "Feather", dan "Taste". Lagu "Sharpest Tool" bahkan ia perkenalkan sebagai salah satu lagu paling personal baginya. Sentuhan klasik juga hadir melalui cuplikan iklan bernuansa 50-an di layar raksasa yang menambah keunikan pertunjukan.
Carpenter tak lupa memberi penghargaan pada musisi lain yang tampil di panggung BST hari itu, termasuk sahabatnya, Amber Mark. Ia juga memicu energi penonton dengan tantangan: "Sekarang aku mau kalian nyanyi. Ini konser, bukan pemakaman!"
Malam makin panas saat Sabrina membawakan lagu terbarunya, "Manchild", dan melanjutkan dengan "Because I Liked A Boy" sambil melempar canda soal cuaca Inggris. Puncaknya adalah kejutan lewat cover lagu legendaris "It's Raining Men" milik The Weather Girls, diiringi gemuruh penonton dan efek suara petir yang dramatis.
Untuk paruh kedua konser, ia berganti busana menjadi gaun hitam berkilau dan naik ke tempat tidur berbentuk bundar saat menyanyikan "Bed Chem". Aksi panggungnya makin memukau saat ia diangkat dengan platform hidrolik, menyapa penonton dari atas sambil menyanyikan "Don't Smile" dan "Juno", lalu menutup malam dengan anthem viralnya "Espresso".
Sebelum turun panggung, Carpenter meneriakkan kalimat khasnya, "Semakin keras kalian teriak, semakin banyak aku minum!" sambil menenggak espresso mini dan menutup pertunjukan dengan ledakan kembang api yang membakar langit Hyde Park. Sebuah malam yang mengukuhkan dirinya sebagai bintang pop dengan paket lengkap - suara, gaya, dan panggung yang tak terlupakan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!