15 Negara Asia dengan Angka Pengangguran Tertinggi Versi World Bank, Indonesia Termasuk
Data terbaru World Bank mengungkap daftar negara di Asia dan Asia Pasifik dengan tingkat pengangguran tertinggi, termasuk Indonesia.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tingkat pengangguran masih menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi ekonomi sebuah negara. Semakin tinggi angka pengangguran, biasanya semakin besar pula tantangan yang dihadapi dalam penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Pengangguran sendiri merujuk pada jumlah angkatan kerja yang belum memiliki pekerjaan, tetapi masih aktif mencari kerja. Kondisi ini bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari perlambatan ekonomi global, minimnya investasi, perkembangan teknologi, hingga kebijakan ketenagakerjaan di masing-masing negara.
Di kawasan Asia dan Asia Pasifik, kondisi pasar kerja menunjukkan situasi yang beragam. Ada negara yang berhasil menjaga angka pengangguran tetap rendah, namun ada pula yang masih menghadapi tingkat pengangguran cukup tinggi.
Berdasarkan data terbaru dari World Bank yang dibagikan oleh World Visualized, berikut daftar negara dan wilayah di Asia serta Asia Pasifik dengan tingkat pengangguran tertinggi:
15 Negara dan Wilayah Asia dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi
- French Polynesia - 11,7 persen
Menjadi wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi dalam daftar ini. - New Caledonia - 11,2 persen
Masih menghadapi tantangan besar di sektor ketenagakerjaan. - Guam - 5,6 persen
Tingkat pengangguran di wilayah ini masih tergolong tinggi dibanding kawasan lain. - Fiji - 5,3 persen
Negara kepulauan ini juga masuk dalam daftar dengan angka pengangguran cukup tinggi. - Brunei Darussalam - 5,3 persen
Meski dikenal kaya minyak, Brunei masih menghadapi tantangan pasar kerja. - Mongolia - 5,2 persen
- New Zealand - 5,1 persen
- Vanuatu - 5,1 persen
- Samoa - 5,0 persen
- China - 4,6 persen
Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, angka ini tetap menjadi perhatian. - Australia - 4,1 persen
- Malaysia - 3,8 persen
- North Korea - 3,5 persen
- Indonesia - 3,2 persen
Indonesia turut masuk dalam daftar ini, meski angkanya masih lebih rendah dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia. - Myanmar - 3,0 persen
Masuknya Indonesia dalam daftar ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Meski persentasenya tidak setinggi negara lain di peringkat atas, isu pengangguran tetap menjadi tantangan penting yang perlu diatasi, terutama di tengah persaingan kerja yang semakin ketat dan perubahan kebutuhan industri.
Data ini juga menunjukkan bahwa kondisi ekonomi global masih memberi dampak besar terhadap pasar tenaga kerja di berbagai negara. Karena itu, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi faktor penting untuk menekan angka pengangguran di masa depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!