Makin Susah Punya Rumah, Indonesia Masuk Daftar Negara Termahal untuk Hunian
Harga properti makin melambung, sementara pendapatan tak sebanding, ini alasan banyak orang makin sulit punya rumah.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Harga Rumah Paling Tak Terjangkau di Dunia
Memiliki rumah sendiri masih jadi impian banyak orang. Namun, kenyataannya harga properti yang terus naik membuat hal ini semakin sulit diwujudkan, bahkan di banyak negara di dunia. Menurut laporan terbaru dari The Economist, ada sejumlah negara yang harga rumahnya dinilai paling tidak terjangkau bagi masyarakat. Sayangnya, Indonesia juga masuk dalam daftar tersebut.
Penilaian ini dilihat dari perbandingan antara harga rumah dengan pendapatan rata-rata masyarakat. Semakin besar jaraknya, maka semakin sulit masyarakat untuk membeli rumah.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar negara dengan harga rumah paling tidak terjangkau berada di kawasan Asia. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan kota yang sangat cepat, sehingga kebutuhan rumah meningkat tajam.
Namun, masalahnya bukan hanya soal harga yang mahal. Di banyak negara, kenaikan harga rumah jauh lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan. Selain itu, jumlah rumah yang tersedia juga tidak sebanding dengan permintaan.
Salah satu negara dengan kondisi paling parah adalah Filipina. Di sana, harga rumah bisa mencapai hingga 20 kali lipat dari pendapatan tahunan warganya.
Berikut daftar negara dengan harga rumah paling tidak terjangkau di dunia menurut laporan tersebut:
- Filipina
- Sri Lanka
- Thailand
- India
- Korea Selatan
- Indonesia
- China
- Amerika Serikat
- Inggris Raya
Sementara itu, di negara maju, kota-kota besar seperti Hong Kong, Sydney, dan Vancouver juga masih tergolong sangat tidak terjangkau secara global.
Bedanya, di negara maju, masalah utama biasanya karena keterbatasan lahan dan tingginya permintaan di pusat ekonomi. Sedangkan di negara berkembang, persoalan utamanya adalah ketimpangan antara harga rumah dan pendapatan masyarakat.
Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan bahwa krisis hunian kini menjadi masalah global, dengan penyebab yang berbeda-beda di setiap negara.
Jadi, melihat harga rumah yang terus melambung dan makin jauh dari jangkauan, memiliki hunian sendiri memang terasa semakin menantang. Tapi di sisi lain, kebutuhan tempat tinggal tetap nggak bisa ditunda begitu saja.
Pertanyaannya sekarang, kamu lebih pilih tetap memaksakan beli rumah di tengah kondisi seperti ini, atau justru menunggu sampai situasi lebih ideal? Atau mungkin kamu punya strategi lain, seperti investasi dulu atau cari alternatif hunian yang lebih realistis?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!