Penentuan Idul Adha 2026 Menunggu Sidang Isbat 17 Mei, Kemenag Libatkan Hisab dan Rukyat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 17 Mei 2026. Forum ini sekaligus menentukan tanggal resmi Hari Raya Idul Adha bagi umat Islam di Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan forum musyawarah yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat Islam, serta para ahli astronomi dan falak.
Menurutnya, penetapan awal bulan Hijriah dilakukan dengan menggabungkan dua metode, yakni hisab dan rukyat. Hisab digunakan untuk menghitung posisi hilal secara astronomis, sementara rukyat dilakukan melalui pengamatan langsung di berbagai titik di seluruh Indonesia.
Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan keputusan yang lebih komprehensif karena tidak hanya berbasis perhitungan ilmiah, tetapi juga dikonfirmasi melalui observasi lapangan.
Rangkaian sidang akan diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari tim hisab rukyat Kemenag. Seminar tersebut dapat diakses publik sebagai bentuk transparansi informasi. Setelah itu, laporan hasil pemantauan hilal dari berbagai wilayah akan dikumpulkan sebagai bahan pertimbangan.
Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang untuk mendengarkan pandangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi. Hasil keputusan nantinya akan diumumkan melalui konferensi pers dan menjadi acuan nasional.
Secara perhitungan awal, posisi hilal disebut telah memenuhi kriteria visibilitas MABIMS, dengan tinggi di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat. Namun, Kemenag menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediksi dan belum menjadi dasar penetapan final.
Masyarakat pun diimbau menunggu hasil resmi sidang isbat untuk mengetahui tanggal pasti Idul Adha 2026.
Di sisi lain, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal telah lebih dulu menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Sementara Hari Arafah diperkirakan berlangsung pada 26 Mei 2026, dengan awal Zulhijah dimulai pada 18 Mei 2026.
Perbedaan potensi penetapan ini kembali menegaskan pentingnya sidang isbat sebagai rujukan resmi pemerintah dalam menentukan hari besar keagamaan di Indonesia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!