Skandal Dokumen Epstein Seret Nama Bill Gates, Sang Pendiri Microsoft Akhirnya Buka Suara Soal Email Palsu!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia internet baru-baru ini diguncang oleh rilis dokumen gila-gilaan yang menyeret banyak nama besar dari panggung hiburan hingga tokoh dunia. Salah satu yang paling jadi pusat perhatian adalah pendiri Microsoft, Bill Gates. Nama miliarder ini terseret dalam pusaran kasus asusila mendiang Jeffrey Epstein yang super kontroversial. Kabar ini makin liar setelah ribuan halaman dokumen rahasia mulai bocor ke publik pada akhir Januari 2026, yang isinya bener-bener bikin publik melongo.
Bayangkan saja, departemen kehakiman AS merilis sekitar 3 juta halaman dokumen yang dilengkapi ratusan ribu gambar dan ribuan video terkait aktivitas gelap Epstein. Nama Bill Gates pun mendadak jadi sasaran empuk netizen setelah beberapa email yang diklaim sebagai komunikasinya dengan sang penjahat seksual tersebut beredar luas di media sosial. Isunya nggak main-main, mulai dari tuduhan menderita penyakit menular seksual hingga teori konspirasi tentang penciptaan pandemi global yang bikin geger jagat maya, nih Gen.
Dua tuduhan utama yang beredar bener-bener bikin dahi berkerut. Pertama, ada klaim yang menyebutkan kalau mantan suami Melinda French ini pernah tertular penyakit dari seorang gadis Rusia dan meminta pengobatan di pulau pribadi milik Epstein. Kedua, muncul narasi kalau Gates berencana membuat pandemi demi menekan populasi dunia dan memperluas penelitian pribadinya.
Tuduhan-tuduhan ekstrem ini tentu saja memicu perdebatan panas. Meskipun banyak nama besar lain seperti Donald Trump, Jay-Z, hingga Leonardo DiCaprio ikut tertulis dalam dokumen tersebut, posisi Gates yang selama ini vokal di bidang kesehatan bikin dia jadi sorotan utama. Tapi perlu diingat ya, nama yang tercantum di dokumen itu belum tentu semuanya adalah pelaku kejahatan, nih Gen.
Pengakuan Jujur dan Penyesalan Bill Gates
Setelah sekian lama memilih bungkam di tengah badai kritik, pria berusia 70 tahun ini akhirnya berani tampil di muka publik lewat Wild Card Podcast pada Rabu, 4 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Bill Gates secara tegas membantah isi email yang beredar. Ia mengklaim kalau pesan-pesan tersebut adalah rekayasa atau pesan sepihak yang sengaja dibuat oleh Epstein untuk mencemarkan namanya.
"Dia mengirim email untuk dirinya sendiri. Aku tidak pernah menerima pesan seperti itu darinya. Bisa dibilang, itu adalah email palsu," ucapnya dengan nada serius. Gates juga nggak ragu menunjukkan rasa muaknya karena pernah berada di lingkaran pertemanan yang sama dengan penjahat seksual tersebut. Ia menduga kalau Epstein memang punya niat jahat untuk menjatuhkan reputasinya sejak dulu.
"Aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan saat itu. Apakah dia berusaha menyerangku? Aku menyesali setiap menit yang kuhabiskan untuk mengenalnya. Aku sungguh menyesal dan aku minta maaf karenanya," ujarnya memberikan pernyataan maaf secara terbuka kepada publik.
Tanggapan Melinda French yang Pilih Menghindar
Di sisi lain, mantan istri Bill Gates, Melinda French, tampak sangat enggan untuk ikut terseret lebih jauh dalam skandal ini. Saat ditanya mengenai hubungan mantan suaminya dengan Epstein, Melinda mengaku merasa trauma jika harus membahas kembali masa lalunya. Baginya, urusan keterlibatan dengan Epstein adalah tanggung jawab pribadi dari orang-orang yang namanya muncul di dokumen, bukan dirinya.
"Apa pun pertanyaan mengenai hal tersebut, pertanyaan itu harusnya ditujukan pada orang-orang yang terlibat di dalamnya, termasuk mantan suamiku. Mereka lah yang harusnya menjawab, bukan aku," ucapnya tegas dalam sebuah wawancara dengan media NPR.
Skandal Jeffrey Epstein memang seolah nggak ada habisnya meski sang pelaku utama sudah meninggal dunia di sel tahanannya pada 2019 silam. Dengan dokumen jutaan halaman yang kini terbuka untuk umum, publik masih terus menanti kebenaran di balik nama-nama besar yang tertulis di sana. Keberanian Bill Gates untuk buka suara setidaknya memberikan sudut pandang baru di tengah ramainya asumsi liar netizen.
Gimana menurut kalian, Gen? Apakah pengakuan penyesalan Bill Gates ini sudah cukup buat menjawab keraguan publik, atau kalian masih penasaran sama isi 3 juta halaman dokumen lainnya?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!