Merah Putih: One for All Dituding Plagiat, Animator Pakistan Galang Dana untuk Biaya Gugatan Hukum!

Junaid Miran Klaim Karyanya Dipakai Tanpa Izin, Minta Dukungan Publik untuk Biaya Perkara Lintas Negara

Merah Putih: One for All Dituding Plagiat, Animator Pakistan Galang Dana untuk Biaya Gugatan Hukum!
Tangkapan layar trailer YouTube film Merah Putih: One for All - (Dok. Tangkapan layar YouTube Historika Film).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia animasi Indonesia lagi dihebohkan dengan kemunculan Junaid Miran, seorang animator independen asal Pakistan, yang vokal menuding tim produksi film animasi "Merah Putih: One for All" menggunakan karyanya tanpa izin.

Melalui video animasi di YouTube, Miran menegaskan niatnya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Lewat suara AI berbahasa Indonesia, Miran mengaku merasa berani untuk menempuh jalur hukum berkat dukungan masif dari netizen.

"Aku siap menuntut mereka yang bertanggung jawab atas ketidakadilan ini. Aku siap bangkit dan menuntut pertanggungjawaban yang kita semua dambakan," tegasnya.

Namun, ia juga jujur bahwa sebagai seniman independen tanpa dukungan studio besar, ia tak bisa berjuang sendirian. Miran mengaku penghasilannya hanya berasal dari penjualan karya digital secara mandiri. Untuk itu, ia membuka penggalangan dana lewat cara yang unik.

Galang Dana Lewat Jualan Karya Seni

Demi membiayai proses hukum yang mahal, terutama gugatan lintas negara yang melibatkan biaya pengacara, administrasi, dan logistik, Miran menjual 10 karya digital eksklusifnya di Patreon. Setiap karya dibanderol dengan harga terjangkau, yaitu sekitar USD 5 atau setara Rp 82 ribuan.

Yang menarik, karya-karya ini dibuat dengan resolusi 6K dan mengusung tema merah putih serta budaya Indonesia. Miran bahkan berjanji tidak akan menuntut royalti jika karyanya di masa depan digunakan lagi untuk mencari keuntungan.

"Aku sudah melakukan semua yang bisa kulakukan. Sekarang bola ada di pihak kalian," kata Miran, menekankan bahwa perjuangan ini hanya bisa berhasil dengan bantuan dari komunitas.

Ia berjanji, jika target dana tercapai, ia akan menyewa pengacara, mengajukan tuntutan, dan hadir di pengadilan untuk memperjuangkan kebenaran.

Awal Mula Tuduhan dan Bantahan

Isu ini pertama kali mencuat di kolom komentar YouTube akun Dibalik Mindplace. Miran tiba-tiba muncul dan mengklaim dirinya sebagai seniman di balik desain karakter film tersebut. Komentar itu langsung membuat heboh dan memicu atensi publik.

Di sisi lain, Endiarto selaku sutradara dan produser eksekutif film, sempat membantah tuduhan plagiat. Ia berargumen bahwa kemiripan adalah hal wajar di dunia kreatif.

"Sebuah film animasi itu ada kebebasan gaya. Di situ kita bisa dapatkan interpretasi dari keahlian animator, lalu diformulasikan dalam bentuk visual," jelasnya pada Senin (11/8).

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan terbaru dari pihak produser "Merah Putih: One for All" terkait langkah hukum yang akan ditempuh Miran. Kasus ini menjadi sorotan serius di kalangan industri kreatif tentang pentingnya penghargaan terhadap hak cipta.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE