Viral Disebut 'Generasi Perintis', Ayah Ryu Kintaro Akhirnya Angkat Bicara

Viral Disebut 'Generasi Perintis', Ayah Ryu Kintaro Akhirnya Angkat Bicara
- (Dok. TvOneNews).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Ryu Kintaro, konten kreator cilik yang juga aktif berbisnis sejak usia dini, tengah menjadi bahan pembicaraan warganet. Kontennya yang menyebut dirinya sebagai "generasi perintis" menuai pro dan kontra. Banyak netizen menilai bahwa Ryu tidak benar-benar memulai dari nol, mengingat latar belakang keluarganya yang berada.

Menanggapi perdebatan tersebut, sang ayah, Christopher Sebastian-Founder dan CEO Makko Group-akhirnya buka suara. Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Christopher menjelaskan bahwa sejak awal ia mendidik Ryu untuk tidak bergantung pada kemewahan yang dimilikinya sekarang.

"Saya pernah tidur di depan ruko orang saat merintis usaha. Saya tidak ingin Ryu mengalami hal itu, tapi juga tidak ingin dia jadi anak yang manja," ujarnya, dilansir dariOkezone Celebrity, Selasa (5/8).

Ia mengaku bahwa rasa sayangnya justru membuat Ryu tumbuh dalam kenyamanan. Maka dari itu, ia mulai memperkenalkan disiplin dan kesibukan sejak dini. Awalnya, semua bermula dari niat membatasi penggunaan gadget. Alih-alih hanya melarang, Christopher justru mendorong Ryu mengikuti berbagai les untuk mengisi waktu luang, dari akademis hingga non-akademis.

Namun waktu pandemi mengubah segalanya. Ryu mulai membuat konten ringan seputar kegiatannya sehari-hari, dan tanpa disangka, videonya viral. Melihat antusiasme warganet dan minat anaknya, Christopher pun mengizinkan penggunaan gadget selama dipakai untuk hal produktif.

Seiring berkembangnya konten, Ryu mulai mendapatkan penghasilan sendiri. Ia juga makin aktif menyebarkan motivasi lewat media sosial-sebuah langkah yang membuat banyak orang menganggapnya terlalu dewasa untuk usianya. Bahkan, muncul komentar bahwa seharusnya Ryu lebih fokus pada pendidikan formal.

Christopher menanggapi dengan pandangan yang berbeda. "HRD di perusahaan saya sudah tidak tanya lulusan apa, tapi lebih ke pengalaman dan skill-nya," tegasnya. Menurutnya, pengalaman langsung jauh lebih bernilai dan menjadi bekal penting untuk masa depan, bahkan lebih dari sekadar ijazah.

Terlepas dari kontroversi, perjalanan Ryu mencerminkan upaya orang tua dalam menanamkan nilai kemandirian dan produktivitas sejak dini. Dan di tengah sorotan publik, Christopher berharap publik bisa melihat proses di balik layar yang membentuk karakter sang anak.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE