Ramai Isu Sarwendah, Viral Pernyataan Pendiri Cherrybelle Soal Pemecatan Member: Dulu Saya Dibully, Sekarang Terlihat Kan?
Di Tengah Kontroversi Sarwendah, Unggahan Threads Eks Produser dan Kesaksian Steffy Chibi Buka Tabir Lama
JAKARTA, GENVOICE.ID -Isu lama yang melibatkan girlband legendaris Indonesia, Cherrybelle, mendadak kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Dino Raturandang, pendiri sekaligus mantan produser grup tersebut, baru-baru ini mengungkit kembali keputusan kontroversialnya di tahun 2012 saat mendepak salah satu personel utama.
Pernyataan ini mencuat ke publik tepat di tengah ramainya sorotan netizen terhadap kehidupan pribadi Sarwendah, mantan anggota Cherrybelle yang belakangan ini viral akibat konflik pasca-perceraiannya dengan Ruben Onsu.
Berikut adalah deretan fakta dan kronologi di balik ramainya saling sindir terkait attitude (sikap) dan aturan manajemen masa lalu Cherrybelle:
Unggahan Threads Dino Raturandang yang Memicu Spekulasi
Melalui platform Threads, Dino menuliskan curahan hati mengenai masa lalunya saat harus menanggung hujatan publik akibat keputusan sepihak yang diambilnya belasan tahun lalu.
"Iya dulu saya yang bikin Cherrybelle, iya dulu saya yang termasuk ambil keputusan untuk mengeluarkan personel, iya dulu saya dibully gara-gara ambil keputusan itu... Sekarang?? Udah terlihat kan? Senyumin aja," tulis Dino pada Kamis (4/6/2026).
Meskipun Dino sama sekali tidak menyebutkan nama, warganet langsung mengaitkan sindiran tersebut kepada Sarwendah. Mengingat dalam sejarah pergantian formasi awal Cherrybelle, Sarwendah adalah salah satu nama besar yang dikeluarkan oleh manajemen.
Duduk Perkara Sarwendah yang Kembali Disorot Publik
Nama Sarwendah sendiri memang sedang menjadi perbincangan panas karena beberapa isu miring yang menerpanya di media sosial, antara lain:
-
Kabar mengenai penghentian nafkah bulanan dari mantan suaminya.
-
Polemik terkait pembayaran cicilan rumah mewah.
-
Viralnya potongan video siaran langsung (live) di mana Sarwendah melontarkan kata kasar "cong" yang diduga kuat oleh netizen ditujukan untuk menyindir Ruben Onsu.
Berbagai rentetan masalah ini membuat tulisan Threads milik Dino dianggap publik sebagai pembenaran atas keputusannya di masa lalu.
Kesaksian Steffy: Manajemen Cherrybelle Utamakan Attitude
Menyusul kehebohan yang dibuat oleh sang produser, mantan personel Cherrybelle lainnya, Steffy, juga ikut membagikan pengalamannya selama masa karantina dan audisi dahulu. Steffy membeberkan bahwa sistem pelatihan Cherrybelle saat itu sangat ekstrem menyerupai latihan militer.
-
Pola Latihan Ketat: Setiap hari para calon member diwajibkan melakukan push-up, sit-up, dan back-up masing-masing 100 kali, serta berlari mengelilingi GBK sebanyak 20 putaran.
-
Porsi Penilaian: Manajemen mengalokasikan 80 persen untuk ketahanan fisik, 15 persen kemampuan vokal, dan hanya 5 persen untuk koreografi.
Steffy menjelaskan bahwa siksaan fisik itu sengaja dilakukan untuk membongkar karakter asli para peserta saat berada di titik lelah tertinggi. Dari sana ia menyadari bahwa pihak manajemen sejak awal jauh lebih memprioritaskan kualitas sikap (attitude) yang baik dibandingkan bakat semata.
Sejarah Pendepakan Sarwendah dari Grup
Sebagai informasi, Sarwendah merupakan anggota generasi pertama yang ikut melambungkan nama Cherrybelle pada tahun 2011. Namun baru setahun berkarier, pada 2012 manajemen memutuskan untuk mengeluarkannya bersama Devi.
Kala itu, keputusan manajemen sempat ditentang keras oleh para Chibi (fandom Cherrybelle) karena kedua member tersebut sedang berada di puncak popularitas.
Pernyataan terbaru dari Dino dan Steffy kini seolah membuka tabir baru dan memicu spekulasi liar netizen mengenai alasan sebenarnya di balik pemecatan tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!