Jelang Tahun Baru Islam, Kenali Sejarah, Makna, dan Hikmah 1 Muharram yang Sarat Nilai Kehidupan

Muharram bukan hanya penanda Tahun Baru Islam, tetapi juga bulan suci yang menyimpan sejarah penting, makna mendalam, dan hikmah kehidupan bagi umat Muslim.

Jelang Tahun Baru Islam, Kenali Sejarah, Makna, dan Hikmah 1 Muharram yang Sarat Nilai Kehidupan
Tahun Baru Islam - (Dok. getty images).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Bulan Muharram dikenal sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus penanda datangnya Tahun Baru Islam. Namun, Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Islam, melainkan juga menyimpan sejarah, makna, dan pelajaran berharga yang dapat menjadi bahan refleksi bagi umat Muslim.

Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, Muharram memiliki kedudukan istimewa. Momentum ini sering dimanfaatkan umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki amal ibadah, serta memulai lembaran baru yang lebih baik.

Sejarah Nama Bulan Muharram

Tidak banyak yang mengetahui bahwa pada masa Arab pra-Islam, bulan Muharram belum dikenal dengan nama yang digunakan saat ini. Dalam berbagai catatan sejarah Islam disebutkan bahwa masyarakat Arab Jahiliah kala itu menyebut bulan tersebut sebagai Shafar Awwal, sedangkan bulan Safar dikenal dengan nama Shafar Tsani.

Setelah Islam datang, penyebutan tersebut mengalami perubahan. Bulan yang sebelumnya disebut Shafar Awwal kemudian dikenal sebagai Muharram, yang hingga kini menjadi nama resmi bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Awal Muharram Menjadi Bulan Pertama Kalender Hijriah

Penetapan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam juga memiliki sejarah tersendiri. Pada masa Rasulullah SAW, sistem kalender Hijriah belum digunakan secara resmi.

Penyusunan kalender Hijriah baru dilakukan pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, Umar menerima surat dari Gubernur Abu Musa Al-Asy'ari yang mengeluhkan kesulitan administrasi karena surat-surat resmi belum memiliki penanda tahun yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, Umar kemudian membentuk tim yang terdiri dari sejumlah sahabat terkemuka untuk menyusun sistem penanggalan Islam. Dalam prosesnya, muncul berbagai usulan mengenai peristiwa yang layak dijadikan awal perhitungan kalender Islam.

Sebagian sahabat mengusulkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, sementara yang lain mengajukan momen wafat Rasulullah atau peristiwa turunnya Al-Qur'an. Namun, usulan dari Ali bin Abi Thalib yang menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal kalender akhirnya diterima.

Meski peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, Umar bin Khattab memilih Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Keputusan itu diambil karena semangat dan rencana hijrah telah dimulai sejak bulan Muharram setelah Baiat Aqabah yang berlangsung pada penghujung Zulhijah.

Akhirnya, Muharram resmi ditetapkan sebagai pembuka tahun dalam kalender Hijriah yang menggunakan sistem peredaran bulan atau lunar.

Makna Muharram dalam Islam

Secara bahasa, Muharram memiliki arti sesuatu yang dimuliakan, disucikan, dan dihormati. Nama tersebut mencerminkan kedudukan bulan ini sebagai salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci dalam Islam.

Dalam ajaran Islam, empat bulan haram terdiri atas Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Bulan-bulan tersebut memiliki keistimewaan karena umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh serta menjauhi berbagai perbuatan dosa dan kemaksiatan.

Pada masa lampau, peperangan dan pertumpahan darah bahkan dilarang dilakukan selama bulan-bulan suci tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralannya.

Hikmah yang Bisa Dipetik dari 1 Muharram

Lebih dari sekadar pergantian tahun, Muharram mengajarkan pentingnya perubahan menuju arah yang lebih baik. Kehadiran bulan pertama dalam kalender Hijriah menjadi simbol dimulainya perjalanan baru yang penuh harapan.

Momentum Tahun Baru Islam dapat dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi diri, meninggalkan kebiasaan buruk, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama. Setiap Muslim diajak untuk menjadikan tahun yang baru sebagai titik awal memperbaiki kualitas hidup, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

Karena itu, peringatan 1 Muharram tidak hanya bermakna pergantian angka dalam kalender. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE