Kylian Mbappe Malas Lari di Real Madrid, Pelatih Prancis Tegaskan Jangan Harap Dia Lari 11 Km
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jagat sepak bola Spanyol lagi geger gara-gara performa mega bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, yang mendadak jadi sasaran empuk kritik tajam para pengamat dan netizen. Mantan ikon PSG ini sedang berada di bawah mikroskop publik karena data statistiknya di lapangan dianggap nggak memenuhi ekspektasi, terutama soal etos kerja dan kemauan untuk mengejar bola. Mbappe dituding terlalu santai dan malas membantu pertahanan saat Los Blancos kehilangan penguasaan bola, yang bikin lini belakang tim asuhan Alvaro Arbeloa sering keteteran.
Statistik menunjukkan kalau jarak lari pemain asal Prancis ini memang jauh di bawah rata-rata rekan setimnya yang lain. Isu ini makin panas karena di klub sebesar Madrid, setiap pemain diharapkan punya determinasi tinggi untuk menjelajahi setiap jengkal rumput. Namun, di tengah badai kritik tersebut, muncul pembelaan yang sangat keras dari orang paling dekat dengannya di level internasional, yaitu sang pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, nih Gen.
Deschamps nggak tinggal diam melihat kaptennya di tim nasional terus-terusan dipojokkan karena masalah jarak tempuh lari di lapangan. Pelatih yang sukses membawa Prancis juara dunia ini justru memberikan jawaban yang sangat menohok buat siapa saja yang hobi membandingkan statistik lari Mbappe dengan pemain lain.
Menurutnya, memaksa Mbappe buat berubah jadi pemain yang hobi lari-lari nggak jelas sepanjang 90 menit adalah sebuah kesalahan besar. Ia menegaskan kalau setiap pemain punya fungsi dan karakteristik masing-masing, dan Mbappe bukanlah tipe pemain yang bakal kalian temukan sedang berjibaku di area pertahanan sendiri hanya untuk sekadar mengejar statistik jarak tempuh, nih Gen.
Jangan Samakan Mbappe dengan Gelandang Pengangkut Air
Secara blak-blakan, Deschamps mengakui kalau meminta Mbappe untuk rajin berlari adalah pekerjaan yang sia-sia bagi pelatih mana pun. Ia menilai karakteristik unik yang dimiliki sang pemain nggak bisa disamakan dengan peran gelandang pengangkut air yang memang tugasnya berlari tanpa henti. Bagi Deschamps, efektivitas jauh lebih penting daripada sekadar angka di atas kertas yang menunjukkan seberapa jauh seorang pemain bergerak.
"Saya pikir tidak seperti itu, meski beberapa orang berlari lebih sedikit dari yang lain," buka Didier Deschamps dikutip dari Cadena SER. Ia menambahkan dengan nada yang sangat tegas agar para kritikus berhenti berharap hal mustahil dari pemain bernomor punggung sembilan tersebut. "Jika Anda ingin dia berlari minimal 11 km per pertandingan, jangan repot-repot karena dia tidak akan melakukannya," tegasnya lagi.
Label Egois yang Dibantah Keras oleh Deschamps
Selain masalah malas lari, Mbappe juga sering dapet cap sebagai pemain yang egois dan hanya peduli pada rekor pribadinya saja. Label individualistis memang gampang banget nempel ke pemain depan yang punya ambisi besar untuk mencetak gol. Tapi, Deschamps menjamin kalau gambaran publik soal kepribadian Mbappe di ruang ganti itu salah besar. Bagi sang pelatih, Mbappe adalah sosok pemimpin sejati yang sangat dicintai, terutama oleh generasi muda.
"Kylian, suka atau tidak, anak-anak muda mencintainya. Anda memiliki gambaran tentang orang yang egois dan individualistis," lanjut Deschamps dalam wawancara tersebut. Ia mengakui kalau seorang striker memang butuh rasa egois buat bisa tajam di depan gawang, tapi itu bukan berarti dia nggak peduli sama tim. "Memang benar seorang striker juga harus egois, tapi saya jamin dalam fungsi timnas Prancis, dia berperilaku layaknya kapten," tambahnya untuk meyakinkan publik bahwa kepemimpinan Mbappe nggak perlu diragukan.
Tetap Gacor Meskipun Minim Lari
Kalau kita lihat kenyataan di lapangan, kritik soal "malas lari" ini sebenarnya terasa agak lucu kalau dibandingin sama angka gol yang dia buat. Walaupun dianggap nggak banyak gerak, Mbappe tetaplah monster yang sangat mematikan di depan gawang lawan musim ini. Di bawah arahan pelatih Alvaro Arbeloa, perannya di lini serang Real Madrid bener-bener nggak tergantikan oleh siapa pun.
Data nggak bisa bohong, efektivitas Mbappe terbukti jauh lebih krusial daripada sekadar lari muter-muter lapangan. Sampai saat ini, dia sudah sukses menyarangkan 37 gol hanya dari 30 pertandingan di semua ajang. Artinya, dia hampir selalu mencetak lebih dari satu gol di setiap laga yang dia mainkan. Jadi, buat apa lari belasan kilometer kalau dengan sedikit lari saja dia bisa kasih hasil yang nyata buat kemenangan tim? Meskipun masalah stamina kolektif Real Madrid sering jadi isu, Mbappe terus membuktikan kalau kualitas penyelesaian akhirnya adalah jawaban dari segala keraguan.
Gimana, Gen? Kalian tim yang setuju kalau pemain depan harus rajin lari bantu pertahanan, atau tim yang penting cetak gol kayak Mbappe?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!