Misi Srikandi Badminton Indonesia di SEA Games 2025: Tembus Dominasi Thailand yang 14 Tahun Tak Tersentuh!

Srikandi badminton Indonesia hadapi misi berat di SEA Games 2025, hentikan dominasi putri Thailand yang tak terkalahkan sejak 2011. Jadwal lengkap dan kekuatan tim.

Misi Srikandi Badminton Indonesia di SEA Games 2025: Tembus Dominasi Thailand yang 14 Tahun Tak Tersentuh!
Putri Kusuma Wardani. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE - SEA Games 2025 di Bangkok semakin dekat, dan beban besar kini berada di pundak para srikandi badminton Indonesia.

Berlangsung mulai Minggu (7/12/2025), cabang badminton akan dibuka dengan nomor beregu sebelum dilanjutkan nomor perorangan pada 11-14 Desember mendatang.

Pertandingan beregu putri menjadi sorotan utama karena Indonesia langsung berhadapan dengan kekuatan Thailand sebagai tuan rumah, disusul pesaing kuat lainnya seperti Malaysia.

Sejak 2011, nomor beregu putri SEA Games bagai wilayah kekuasaan tetap Thailand. Dalam tujuh edisi berturut-turut, skuad Negeri Gajah Putih selalu merebut medali emas tanpa tersentuh.

Sementara itu, Indonesia justru harus puas menjadi langganan medali perak dalam tiga edisi terakhir, sebuah hattrick yang semakin menegaskan betapa sulitnya menembus dominasi Thailand.

Meski begitu, perjalanan tim putri Indonesia sebenarnya menunjukkan peningkatan dibanding periode 2015 dan 2017, ketika mereka bahkan gagal mencapai final karena dihentikan Malaysia.

Padahal dulu, Indonesia pernah menjadi raksasa sejati sektor beregu putri SEA Games, mendominasi dari tahun 1977 hingga 2001.

Sayangnya, kejayaan panjang itu meredup seiring pergantian generasi. Emas terakhir tim putri Indonesia diraih pada 2007, ketika barisan legenda seperti Liliyana Natsir, Vita Marissa, Maria Kristin, dan Greysia Polii masih aktif.

Kini, tanggung jawab besar tersebut diwariskan kepada generasi baru yang dipimpin Gregoria Mariska Tunjung. Dipanggil memperkuat skuad, Jorji, sapaan akrabnya, diwajibkan membawa pulang kejayaan yang telah hilang hampir dua dekade.

Namun tugas ini bukan perkara mudah. Thailand, sebagai tuan rumah, jelas tidak ingin harga dirinya runtuh di hadapan publik sendiri.

Thailand menurunkan kekuatan penuh dengan deretan pemain top dunia seperti Ratchanok Intanon, Pornpawee Chochuwong, Supanida Katethong, hingga Busanan Ongbamrungphan.

Beberapa nama lain di sektor ganda seperti Benyapha Iamsaard dan Supissara Paewsampran menambah tebalnya tembok penghalang bagi Indonesia.

Meski begitu, skuad Indonesia kali ini juga bukan tim sembarangan. Selain Gregoria, ada Putri Kusuma Wardani yang tampil konsisten sepanjang 2025, serta para talenta muda seperti Mutiara Ayu dan Ni Kadek Dhinda.

Di sektor ganda, kekuatan Indonesia juga terbilang mumpuni dengan kehadiran finalis Australia Open 2025, Febriana Dwipuji, Meilysa Trias, Rachel Allessya, dan Febi Setianingrum.

Dua pemain ganda campuran, Felisha Pasaribu dan Nita Violina, juga siap menjadi kejutan tambahan.

Pertarungan beregu putri akan berlangsung mulai Minggu, 7 Desember 2025, dan puncaknya berada pada final 10 Desember.

Laga ini akan menjadi penentu apakah Indonesia mampu mengguncang dominasi Thailand yang sudah berdiri kukuh selama 14 tahun, atau kembali menutup edisi SEA Games dengan kisah yang sama.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE