Kasus Promosi Vape Libatkan Anak, Polisi Segera Minta Klarifikasi YouTuber Bigmo
JAKARTA, GENVOICE.ID - Polda Metro Jaya terus mendalami laporan masyarakat terkait dugaan pelibatan anak di bawah umur dalam promosi produk vape yang dilakukan YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo saat siaran langsung di media sosial. Penyidik memastikan akan meminta klarifikasi dari Bigmo sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk melengkapi proses pendalaman atas laporan yang telah diterima.
"Melakukan klarifikasi terhadap pihak yang dilaporkan, serta berkoordinasi dengan ahli guna melengkapi proses penyelidikan," ujar Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (4/8).
Meski demikian, Budi belum mengungkapkan jadwal pemeriksaan terhadap Bigmo. Ia menjelaskan bahwa penyelidik masih mengumpulkan keterangan dan memeriksa sejumlah barang bukti digital yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Menurutnya, penyelidik telah meminta keterangan dari pihak pelapor sekaligus mendalami dokumen dan materi digital yang telah diserahkan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kasus ini bermula dari siaran langsung Bigmo di kanal YouTube miliknya yang kemudian viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar, Bigmo terlihat mendatangi sebuah toko penjual liquid rokok elektrik sebelum mengajak sejumlah anak yang berada di lokasi untuk masuk ke dalam tayangan.
Anak-anak tersebut kemudian diminta berada di depan kamera saat Bigmo memperkenalkan salah satu merek liquid vape. Aksi tersebut menuai kritik luas karena dinilai melibatkan anak di bawah umur dalam promosi produk yang mengandung nikotin.
Setelah videonya menjadi sorotan, Bigmo menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengakui sebagai kreator konten seharusnya memahami bahwa produk yang mengandung nikotin hanya ditujukan bagi konsumen dewasa dan tidak boleh dipromosikan dengan melibatkan anak di bawah umur.
Bigmo juga menyatakan akan lebih berhati-hati dalam membuat konten di masa mendatang. Ia menegaskan seluruh ucapan dan tindakannya saat siaran langsung merupakan keputusan pribadi serta menjadi tanggung jawabnya sendiri.
Selain itu, Bigmo mengaku memahami kekecewaan masyarakat atas tindakannya. Ia menyadari kepercayaan publik harus dijaga melalui sikap dan tindakan yang bertanggung jawab, bukan hanya melalui permintaan maaf.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!