Fiersa Besari Blak-blakan Soal Polemik Booking Lahan Camping di Gunung, Begini Katanya!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia pendakian lagi disorot di media sosial nih Gen belakangan ini gegara fenomena booking lahan area camping di gunung. Kasus ini viral setelah adanya seorang pendaki diusir oleh oknum yang open trip padahal sudah mendirikan tenda di lahan tersebut.
Musisi sekaligus pegiat alam Fiersa Besari buka suara soal adanya kasus viral ini. Fiersa lewat akun Instagramnya melemparkan pandangan kritis yang berimbang tidak membela pihak manapun.
Fiersa bilang kalau praktik booking lahan emang udah terjadi sejak lama lewat tour operator tertentu. Namun, di satu sisi Fiersa tetap menekankan batas etis dari adanya praktik ini.
"Saya baru baca-baca yang soal booking lahan, jadi setau saya memang kalau di banyak sekali tour operator itu, yang porter akan jalan duluan sampai ke campground terus mendirikan tenda tenda untuk peserta open tripnya," kata Fiersa, dikutip dari akun Instagramnya @fiersabesari, Rabu (4/6).
"Yang ngga wajar itu kalau si peserta tripnya terlalu banyak dan sampai akhirnya menguasai si lahan tersebut. Ini yang jadi masalah kalau saya baca adalah ada pendaki sudah mendirikan tenda kemudian diusir karena dibilang itu lahan milik peserta open trip. Itu salah sih menurut saya," tambahnya.
Fiersa nambahin, masalah ini bukan cuma sekadar teknis, melainkan menyangkut keselamatan pendaki di gunung.
"Karena itu kalau kata Misbah (juru ahli tim Fiersa) sama saja menghilangkan kesempatan seseorang untuk mendapatkan perlindungan apalagi di gunung yang rentan hipotermia, terkena badai, dan sebagainya," ucapnya.
Lebih lanjut, Fiersa mempertanyakan soal komunikasi dan tanggung jawab dari pihak tour operator. Menurut dia, masalah ini terjadi karena miskomunikasi atau emang sistemnya udah lama dibiarin gitu aja.
"Tapi kita harus gali ulang nih kesalahannya tuh cara tour operator ini ngebriefing porternya atau memang seperti itu di banyak tour operator tapi baru ketahuan sekarang," ujar Fiersa.
"Apapun itu menurut saya sih komunikasinya harus dibetulkan, dan menurut saya tour operator yang bermasalah nih langkah terbaiknya menurut saya seharusnya membuat pernyataan sikap sih. Nggak cuma diem ya, terus memperbaiki ke depannya harus kayak gimana," lanjutnya.
Di sisi lain, Fiersa juga tetep ngingetin buat para pendaki lain supaya nggak jadiin kasus ini sebagai alasan mandang buruk semua peserta open trip dari tour operator.
"Tapi di sisi lain seharusnya beberapa pendaki tidak menjadikan ini sebagai media untuk ngata-ngatain orang yang ikut tour operator karena tidak semua orang sekuat anda, semahir anda, tapi ingin tahu keindahan gunung seperti apa dan sekarang memang sudah banyak media untuk naik gunung," imbuhnya.
Fiersa negasin kalau naik gunung itu prosesnya sulit, tapi makin ke sini aksesnya kian mudah dan banyak orang yang ingin ngeliat keindahan gunung. Menurut dia, salah satu cara buat memitigasi kecelakaan yakni ikut open trip.
"Apalagi beberapa gunung harus pake tour operator loh, contohnya gunung tertinggi di Indonesia nggak bisa kita sendirian ke sana, sejauh ini padahal itu hak pendaki," tuturnya.
"Nah itu kita lihat lagi lah sistemnya udah bener atau belum gitu, kalau misalkan posnya terbatas harusnya kan ada regulasi, nggak semua lahannya dicaplok oleh tour operator, harusnya ada hak untuk pendaki (mandiri) juga. Nah itu kan mestinya bisa diperbaiki bersama, tapi sekali lagi kalau kasus seperti ini pendaki sudah mendirikan tenda terus diusir menurut saya itu keliru banget," tambahnya.
Sebelumnya, viral di sosial media ada rombongan open trip untuk mendaki Gunung Sindoro via Kledung booking lahan camp. Pada video tersebut, seorang pendaki diusir oleh oknum yang open trip padahal Ia sudah mendirikan tenda di lahan tersebut. Lantas, masalah ini jadi sorotan bagi warganet di sosial media.
Banyak warganet yang mengomentari bahwa booking lahan camp di gunung adalah tindakan yang nggak etis karena siapa saja bisa melakukan pendakian. Para pendaki dari komunitas pencinta alam juga mengungkapkan kekecewaan akibat peristiwa ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!