Penjualan Buku Fiksi Ilmiah dengan Sub Genre 'Romantasy' Melonjak, Sudah Pernah Baca?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Penjualan buku fiksi ilmiah dan fantasi meroket pada tahun lalu, dengan nilai penjualan meningkat sebesar 41,3%. Salah satu faktor utama di balik lonjakan ini adalah karena booming nya subgenre romantasy, yaitu perpaduan fantasi dan romansa yang menjadi favorit komunitas BookTok di TikTok.
Dilansir dari The Guardian, secara keseluruhan, pembaca di Inggris semakin banyak membeli buku fiksi, dengan volume penjualan naik 6,2% menjadi 64,5 juta eksemplar pada 2024, menghasilkan rekor pendapatan sebesar 552,7 juta pound sterling.
Namun, tren ini berbanding terbalik dengan buku nonfiksi, yang mengalami penurunan 6,3% dalam volume penjualan, hanya mencapai 58,1 juta eksemplar dengan total 724,1 juta pound sterling, dengan angka terendah dalam enam tahun terakhir.
Salah satu nama besar di balik tren romantasy adalah Rebecca Yarros, yang menjadi penulis terlaris dalam kategori fiksi ilmiah dan fantasi pada 2024. Buku ciptaan nya yang bernama Fourth Wing, terjual 245.217 eksemplar dan menjadi buku ketujuh terlaris di Inggris sepanjang tahun lalu.
Selain romantasy, genre lain yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah romansa dan fiksi erotis, dengan peningkatan nilai penjualan masing-masing sebesar 9,8% dan 18,1%. Menurut Tom Tivnan dari The Bookseller, tren ini juga dipengaruhi oleh perubahan cara penerbit mengkategorikan buku, dengan meningkatnya popularitas genre romansa, banyak buku yang sebelumnya masuk kategori fiksi umum atau sastra kini diklasifikasikan sebagai romansa.
Dua kategori terbesar dalam fiksi dewasa, yaitu fiksi umum dan sastra serta thriller kriminal, mencatat performa terbaiknya sejak awal 2010-an. Sementara itu, fiksi bertema perang justru mengalami penurunan nilai penjualan sebesar 18,3%.
Di sisi nonfiksi, penurunan terbesar terjadi pada buku autobiografi, yang nilainya merosot 21%. Buku-buku selebritas seperti karya Cher, Michael Caine, dan Alison Steadman tidak memenuhi ekspektasi, sementara penjualan autobiografi kerajaan anjlok 97,2% setelah sukses besar Spare karya Pangeran Harry pada 2023.
Namun, autobiografi politik justru tampil kuat. Unleashed karya Boris Johnson menghasilkan 2,4 juta pound sterling, sementara memoar mendiang Alexei Navalny, Patriot, terjual 764.000 pound sterling.
Kategori nonfiksi paling laris adalah buku makanan dan minuman, dengan subkategori kesehatan, diet, dan masakan wholefood menempati posisi kelima setelah mengalami lonjakan volume penjualan sebesar 23,1%. Buku resep berbasis air fryer dan slow cooker, seperti Pinch of Nom Air Fryer karya Kay dan Kate Allinson, bahkan masuk ke dalam 10 besar buku terlaris tahun ini.
Seperti nonfiksi, buku anak-anak juga mengalami penurunan, dengan volume penjualan turun 3,3% menjadi 66,6 juta eksemplar.
Secara keseluruhan, buku terlaris tahun ini adalah We Solve Murders karya Richard Osman, yang terjual hampir setengah juta eksemplar. Karya Osman lainnya, The Last Devil to Die, menempati posisi kedua. Di tempat ketiga, ada novel romansa It Ends With Us karya Colleen Hoover.
Di jajaran 20 besar, pemenang Booker Samantha Harvey berada di urutan ke-11 dengan 212.618 eksemplar terjual, Sally Rooney dengan Intermezzo di posisi ke-14 dengan 161.726 eksemplar, dan You Are Here karya David Nicholls masuk di posisi ke-20 dengan 115.996 eksemplar.
0 Comments





- Harga Cybertruck Tak Kunjung Turun, 'Model 3' Justru Lebih Terjangkau
- Mengenal Flaxseed, Superfood Kecil dengan Manfaat Besar untuk Jantung dan Kesehatan
- Rapper A$AP Rocky Dibebaskan dari Tuduhan Penembakan di Hollywood
- Meta Diduga Raup Keuntungan dari Model AI Llama di Tengah Gugatan Hak Cipta
- Ferrari Milik Hamilton Debut pada Formula 1 di Melbourne
- Meletusnya Gunung Etna Bikin Ribuan Wisatawan Terpukau, Tapi Keamanan Tetap Jadi Prioritas
- Fenomena 'Nepo Baby' di American Idol: Baylee Littrell dan Para Kontestan Berdarah Bintang
- Daya Tarik Motor Kustom dan Nostalgia di Salon 'du 2 Roues Lyon'
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!