Bikin Penonton Syok! Maki Otsuki 'Dimatikan' di Atas Panggung Shanghai Akibat Ketegangan Jepang-China

Bikin Penonton Syok! Maki Otsuki 'Dimatikan' di Atas Panggung Shanghai Akibat Ketegangan Jepang-China
Maki Otsuki - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ketegangan politik Jepang-China mulai merembet ke panggung hiburan dan langsung terasa oleh para penggemar anime di Shanghai ketika penampilan Maki Otsuki dihentikan secara tiba-tiba saat ia masih bernyanyi.

Festival anime Jepang yang digelar di Shanghai awalnya berjalan normal. Sejak Jumat pagi, suasana venue padat oleh pengunjung yang memenuhi booth One Piece, Mobile Suit Gundam, hingga berbagai atraksi lainnya. Namun ketika malam turun, suasana berubah drastis. Lampu yang semula terang, layar besar yang menampilkan animasi, dan musik yang memenuhi ruangan mendadak padam di tengah penampilan Otsuki.

Saat itu Maki Otsuki sedang menyanyikan lagu Memories, lagu penutup yang begitu dikenal para penggemar One Piece. Belum mencapai bagian akhir lagu, semua perangkat panggung mati dalam waktu bersamaan. Mikrofon tak lagi mengeluarkan suara, layar gelap, dan panggung senyap seketika. Dua staf naik ke panggung, membisikkan sesuatu ke telinganya. Otsuki tampak terkejut, lalu perlahan meninggalkan panggung tanpa sempat memberi penjelasan.

Kejadian itu langsung viral di media sosial Tiongkok. Banyak penonton yang tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya menyaksikan idolanya dipaksa berhenti bernyanyi di tengah penampilan tanpa alasan apa pun di lokasi.

Beberapa jam setelah insiden itu, pihak agensi Otsuki mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menjelaskan bahwa penghentian tersebut terjadi karena keadaan yang tidak dapat dihindari. Tanpa detail lebih jauh, agensi hanya menegaskan bahwa penampilan Otsuki untuk hari berikutnya juga dibatalkan.

Insiden ini muncul di tengah memanasnya hubungan Jepang-China setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai potensi krisis Taiwan. Sejak itu, berbagai acara bertema Jepang di China bertubi-tubi dibatalkan. Bukan hanya Maki Otsuki yang terdampak, konser Ayumi Hamasaki yang seharusnya digelar sehari setelahnya ikut dibatalkan meski persiapan hampir selesai. Bandai Namco Festival 2025 yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 November pun dihentikan secara total dan diumumkan lewat WeChat.

Gelombang pembatalan juga menimpa acara Momoiro Clover Z, pertunjukan pianis jazz Hiromi Uehara, hingga musikal Pretty Guardian Sailor Moon. Satu per satu agenda hiburan Jepang ditarik dari publik China, membuat para penggemar Jepang di sana kehilangan kesempatan menikmati idola mereka secara langsung.

Jurnalis dan pengamat pop culture Asia, Soichiro Matsutani, menilai situasi ini bisa membuat industri hiburan Jepang kian tertekan. Ia mengingatkan bahwa kondisi serupa pernah terjadi satu dekade lalu ketika China dan Korea Selatan berkonflik soal sistem pertahanan rudal, yang berujung pada pembatasan drama Korea di China.

Matsutani mengatakan bahwa Jepang sedang gencar mendorong anime, video game, dan berbagai konten budaya pop ke pasar global. Namun konflik geopolitik justru memperketat ruang gerak artis Jepang di negara yang selama ini menjadi pasar penting bagi industri mereka.

Di tengah panasnya hubungan dua negara, kejadian lampu panggung padam di tengah lagu mungkin terlihat sepele. Namun bagi para penggemar yang malam itu menyaksikan langsung, momen itu terasa seperti penanda bahwa tensi politik kini benar-benar sudah merambah ke dunia hiburan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE