Ronaldo Puji Luka Modric usai Portugal Singkirkan Kroasia, Sebut Sahabatnya sebagai Legenda

Ronaldo Puji Luka Modric usai Portugal Singkirkan Kroasia, Sebut Sahabatnya sebagai Legenda
- (Dok. The Globe and Mail).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor 2-1 dalam laga dramatis babak 32 besar yang berlangsung di Toronto, Jumat (3/7) WIB.

Kemenangan ini juga menjadi panggung emosional bagi Cristiano Ronaldo dan Luka Modric. Dua mantan rekan setim di Real Madrid itu saling berpelukan setelah peluit panjang berbunyi. Meski baru saja menyingkirkan Kroasia, Ronaldo tetap memberikan penghormatan tinggi kepada Modric.

"Saya sudah berbicara dengannya. Dia adalah legenda sepak bola," ujar Ronaldo, dikutip dari Reuters.

Kapten Portugal itu mengaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan Modric setelah bertahun-tahun bermain bersama di Real Madrid. Ronaldo pun berharap gelandang Kroasia tersebut masih terus melanjutkan kariernya di level tertinggi.

"Saya bermain bersamanya selama bertahun-tahun di Real Madrid. Saya mendoakan yang terbaik untuknya dan saya harap dia terus bermain," lanjut pemain berusia 41 tahun tersebut.

Laga sendiri berlangsung ketat sejak menit awal. Kroasia sempat berada di atas angin lebih dulu melalui gol Ivan Perisic pada menit ke-53.

Portugal kemudian bangkit lewat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo pada menit ke-68. Gol tersebut sekaligus membuat Ronaldo menjadi pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan. Penyerang yang masuk dari bangku cadangan mencetak gol kemenangan lewat sundulan pada menit ke-90+4 sehingga membawa Portugal lolos ke babak berikutnya.

"Bagi saya, saya menyukai momen-momen seperti itu. Saya ingin memainkan setiap pertandingan seperti itu dan berada di momen-momen besar," kata Ramos setelah pertandingan.

Drama belum benar-benar berakhir. Kroasia sempat mengira berhasil memaksakan hasil imbang ketika Josko Gvardiol menjebol gawang Portugal pada masa injury time.

Namun, setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena bola lebih dahulu mengenai Igor Matanovic yang berada dalam posisi offside sebelum sampai kepada Gvardiol. Keputusan itu membuat harapan Kroasia pupus.

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku kecewa dengan cara timnya tersingkir dari turnamen.

"Kami tidak pantas mendapatkan akhir seperti ini. Tidak pernah mudah ketika Anda kebobolan gol di menit-menit terakhir pertandingan, tetapi seharusnya kami bisa menyelesaikan ini dengan cara yang berbeda," ujar Dalic.

Kemenangan Portugal juga terasa semakin emosional karena pertandingan berlangsung bertepatan dengan satu tahun wafatnya Diogo Jota dalam kecelakaan mobil di Spanyol. Sebelum laga dimulai, para suporter memberikan penghormatan pada menit ke-21.

Usai pertandingan, Ronaldo terlihat membawa jersey bernomor 21 milik mendiang Jota sebagai bentuk penghormatan. Melalui unggahan di media sosial, ia turut mempersembahkan kemenangan tersebut untuk mantan rekan setimnya.

"Kami menang untuk kami, Diogo, dan Portugal. Ayo!" tulis Ronaldo.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE