Seri Game "God of War" Kembali, Ambil Sudut Pandang Sang Dewi Laufey
JAKARTA, GENVOICE.ID - Santa Monica Studio resmi mengumumkan game terbaru dari waralaba "God of War" berjudul "God of War Laufey". Berbeda dari seri sebelumnya yang berfokus pada Kratos, game kali ini akan menghadirkan Faye atau Laufey sebagai karakter utama.
Faye dikenal sebagai istri Kratos sekaligus ibu dari Atreus dalam saga mitologi Nordik "God of War". Meski perannya cukup penting dalam cerita sebelumnya, ini menjadi pertama kalinya karakter tersebut tampil sebagai protagonis utama dalam seri utama franchise tersebut.
"God of War Laufey" saat ini sudah bisa dimasukkan ke wishlist melalui PlayStation Store dan akan dirilis eksklusif untuk PlayStation 5. Namun Santa Monica Studio masih belum mengumumkan jadwal perilisan resmi game tersebut.
Cerita game dimulai setelah kematian Faye. Ia secara misterius terbangun di sebuah dimensi bernama Everywhen, tempat yang disebut sebagai sumber dari seluruh sihir yang ada di berbagai dunia mitologi.
Dalam petualangan tersebut, Faye mengetahui bahwa rencana yang sebelumnya ia susun demi melindungi Kratos dan Atreus berada dalam ancaman besar. Situasi itu memaksanya melakukan perjalanan berbahaya melintasi dunia kematian yang dipenuhi para dewa, monster, dan makhluk dari berbagai mitologi.
Santa Monica Studio menggambarkan Everywhen sebagai dunia yang mempertemukan banyak entitas lintas mitologi, sehingga pemain nantinya akan menemukan musuh dan konflik baru yang belum pernah muncul di seri sebelumnya.
Dalam trailer pengumuman, studio juga memperlihatkan dua dewa yang akan menjadi lawan Faye, yakni Sekhmet dan Begtse. Keduanya diperlihatkan bersikap agresif terhadap sang protagonis baru.
Dari sisi gameplay, "God of War Laufey" masih mempertahankan elemen utama franchise seperti pertarungan brutal, eksplorasi, dan cerita sinematik. Namun kali ini gaya bertarung Faye dibuat lebih cepat dan agresif dibandingkan Kratos.
Santa Monica Studio menyebut sistem pertarungan Faye terinspirasi dari kombinasi era Yunani klasik "God of War" dan saga Nordik modern. Karakter tersebut dapat bergerak lincah dengan transisi mulus antara serangan udara dan serangan darat.
Faye juga dibekali sebuah pedang mistis pemberian karakter bernama Rue. Senjata tersebut berfokus pada kecepatan, kontrol, dan kombinasi serangan tanpa henti saat menghadapi musuh.
Selain kemampuan bertarung fisik, Faye memiliki kekuatan sihir raksasa Jötnar karena dikenal sebagai Golden Hand of the Jötnar. Kekuatan itu memungkinkan dirinya memanipulasi jiwa lawan, termasuk memisahkan roh musuh dari tubuh mereka untuk digunakan dalam kombinasi serangan.
Game ini turut menghadirkan sejumlah karakter baru. Deborah Ann Woll kembali mengisi suara Faye, sementara aktor Jack Quaid bergabung sebagai Phranque, kubus kosmik hidup yang akan menemani perjalanan sang karakter utama.
Aktris Perlina Lau juga ikut bergabung sebagai Rue, penjaga pedang sihir yang menjadi bagian penting dalam petualangan Faye di Everywhen.
Pengumuman "God of War Laufey" turut disertai wawancara khusus bersama Head of Creative Santa Monica Studio Cory Barlog dan Game Director Ariel Lawrence. Dalam wawancara tersebut, keduanya membahas arah kreatif baru franchise serta alasan memilih Faye sebagai pusat cerita terbaru.
Kehadiran "God of War Laufey" menandai babak baru bagi franchise populer PlayStation tersebut. Setelah bertahun-tahun identik dengan kisah Kratos, Santa Monica Studio kini mencoba memperluas dunia "God of War" lewat sudut pandang karakter yang selama ini hanya menjadi bagian misterius dari perjalanan sang Ghost of Sparta.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!