Pengakuan Mengejutkan Park Bom soal Kasus Obat 2014, Nama Sandara Park Terseret
Pernyataan terbaru dari member 2NE1 ini kembali mengungkit kontroversi lama.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia hiburan Korea Selatan kembali diramaikan oleh pernyataan mengejutkan dari Park Bom melalui akun instagram pribadinya pada Selasa, (3/3). Vokalis utama girl group 2NE1 itu menyinggung kembali kasus obat yang sempat menimpanya pada 2014, bahkan menyeret nama rekan satu grupnya, Sandara Park.
Lewat unggahan di media sosial, Park Bom menulis pengakuan panjang yang langsung memicu perbincangan luas di kalangan penggemar K-Pop. Ia menyebut selama ini dirinya merasa menjadi kambing hitam dalam kasus tersebut.
Park Bom Ungkit Kasus Lama
Dalam pernyataannya, Park Bom mengaku beban mental dari kasus obat 2014 masih menghantuinya hingga sekarang. Ia menulis pesan emosional yang menggambarkan tekanan yang ia rasakan selama bertahun-tahun.
Kasus yang dimaksud merujuk pada insiden ketika Park Bom terseret dugaan penyelundupan 82 tablet Adderall dari Amerika Serikat. Obat tersebut merupakan stimulan sistem saraf pusat yang biasa digunakan untuk terapi ADHD dan narkolepsi.
Saat itu, paket berisi obat dikirim oleh anggota keluarganya yang tinggal di Amerika Serikat dan kemudian menjadi kontroversi karena Adderall termasuk zat yang dikontrol ketat di Korea Selatan.
Tudingan ke Sandara Park
Yang membuat situasi makin panas, Park Bom dalam suratnya menyebut bahwa sebenarnya Sandara Park yang menggunakan obat tersebut pada masa itu. Ia mengeklaim namanya dipakai untuk menutupi fakta sebenarnya.
Pernyataan ini tentu mengejutkan publik karena kedua idol tersebut dikenal sangat dekat selama berkarier di 2NE1. Park Bom bahkan menutup pesannya dengan kalimat emosional bahwa jiwanya "seperti menangis".
Kilas Balik Kontroversi 2014
Kasus obat yang menjerat Park Bom pada 2014 memang sempat berdampak besar pada kariernya. Kontroversi tersebut muncul di masa sensitif menjelang hiatus aktivitas grup, sehingga memicu sorotan besar dari publik.
Meski demikian, kasus hukum terkait pengiriman obat itu tidak berlanjut ke tuntutan pidana, namun reputasi sang idol telanjur terdampak cukup signifikan.
Isi Surat Park Bom Soal Sandara Park
"Halo. Ini Park Bom.
Aku menulis ini karena saya ingin menyampaikan kebenaran dan berbicara kepada kalian semua.
Apa kabar? Saya baik-baik saja, tidak sakit, dan menjalani hidup dengan tekun. Aku akan berbagi cerita yang sensitif dan menakutkan. Aku berhati-hati karena mungkin akan menimbulkan kehebohan lagi, tetapi obat psikotropika itu sangat membebani pikiran saya.
Aku tak ingin membicarakan ini lagi. Bahkan jika aku mati, aku takut membicarakannya lagi di media akan menjadi jalan pintas menuju kehancuran. Saat itu aku merasa seperti sudah mati. Tapi sekarang aku berani berbicara.
Aku mengidap ADHD. Park Sandara saat itu tertangkap memiliki narkoba, dan mereka menjadikan aku pecandu narkoba untuk menutupinya.
Tidak ada obat seperti Adderall di Korea Selatan pada saat itu, dan Undang-undang tentangnya pun belum ada. Anehnya, Undang-undang itu dibuat setelah kasusku. Aku mendesak semua orang di internet untuk menyelidiki fakta-fakta sebagaimana adanya.
Aku menulis ini karena jiwaku rasanya seperti menangis. Terima kasih sudah membaca."
Belum Ada Respons dari Sandara Park
Hingga kabar ini mencuat, Sandara Park belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. Laporan media Korea menyebut ia juga sudah tidak berada di bawah manajemen lamanya, sehingga belum ada pernyataan dari pihak agensi.
Situasi ini membuat spekulasi publik semakin liar, sementara penggemar terbelah antara yang menunggu klarifikasi dan yang memilih bersikap hati-hati.
0 Comments
- Panggung Jakarta Fair 2026 Pecah! The Jazzmint, Oomleo Berkaraoke, hingga Nadin Amizah Tutup Malam dengan Meriah
- 5 Buku Rekomendasi Eva Celia yang Mengubah Cara Pandang tentang Kemanusiaan, Keadilan, dan Kehidupan
- Bikin Heboh Dunia! Sosok Carmen Hearts2Hearts Tiba-Tiba "Nyelip" di Antara Prabowo & Presiden Korsel, Netizen Auto Salah...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!