Arab Saudi Ucapkan Belasungkawa atas Banjir di Aceh dan Sumatera, Doakan Korban Bencana

Arab Saudi Ucapkan Belasungkawa atas Banjir di Aceh dan Sumatera, Doakan Korban Bencana
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. - (Dok. Saudi Gazzete).

JAKARTA, Genvoice.id - Kerajaan Arab Saudi secara resmi menyampaikan belasungkawa dan doa mendalam atas bencana banjir dan tanah longsor besar yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Indonesia. Pernyataan duka cita tersebut disampaikan oleh Mohammed bin Salman (MBS), Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Saudi, kepada pemerintah Indonesia.

Dalam pernyataan resmi, MBS menyampaikan simpati mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto serta seluruh keluarga korban.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan simpati yang tulus kepada Presiden Indonesia dan seluruh keluarga korban," jelas MBS melalui siaran pers dari kantor berita resmi Arab Saudi.

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud turut menyampaikan doa agar para korban diberi ketabahan, mereka yang terluka segera sembuh, dan bagi keluarga korban yang hilang agar diberi kekuatan.

"Semoga Allah memberi rahmat-Nya kepada para korban," kata Raja Salman.

Pernyataan belasungkawa ini menunjukkan solidaritas tinggi dari Arab Saudi kepada Indonesia di tengah masa duka akibat bencana alam besar ini.

Banjir dan longsor massal yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan ribuan rumah terendam, ratusan tewas, dan banyak orang dinyatakan hilang. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan jaringan komunikasi rusak parah, menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Selain korban jiwa, jutaan warga terdampak, kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah Indonesia dan lembaga kemanusiaan telah menerjunkan tim penyelamatan, evakuasi, serta distribusi logistik darurat ke daerah terdampak.

Meski dukungan moral datang dari luar negeri, kondisi di lapangan tetap kritis. Sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera masih terisolasi akibat infrastruktur hancur. Evakuasi korban hilang dan pendistribusian bantuan terkendala. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan terus berupaya mempercepat bantuan darurat.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE