DeepSeek Wajibkan Semua Konten AI Punya Watermark Tak Bisa Dihapus, Ini Alasannya!

DeepSeek Wajibkan Semua Konten AI Punya Watermark Tak Bisa Dihapus, Ini Alasannya!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, baru-baru ini mengumumkan aturan baru yang mewajibkan semua konten yang dihasilkan oleh platform AI mereka harus disertai dengan label tanda air (watermark) yang tidak bisa dihapus atau diubah oleh pembuat konten.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan transparansi konten AI dan mencegah penyalahgunaan teknologi untuk hal-hal negatif. Aturan ini sudah mulai diberlakukan di China, menyusul notifikasi resmi yang dikirim DeepSeek kepada para penggunanya.

DeepSeek menjelaskan, ada dua jenis penanda yang harus tersemat pada setiap karya AI mereka:

  • Label yang terlihat seperti watermark berupa teks "AI-generated", pengumuman suara, atau grafis yang muncul di dalam konten.

  • Label tersembunyi yang tertanam secara teknis dalam data konten, berisi informasi seperti jenis konten, perusahaan pembuat, dan nomor ID unik.

Pengguna dilarang keras menghapus, mengubah, memalsukan, atau menyembunyikan label ini. Bahkan, DeepSeek melarang segala alat yang bisa membantu menghilangkan atau mengubah watermark tersebut. Pelanggaran dapat berujung pada konsekuensi hukum.

Selain peraturan watermark, DeepSeek juga merilis panduan teknis mendetail tentang cara kerja AI mereka, termasuk proses pelatihan model dan data yang digunakan. Tujuannya agar masyarakat lebih memahami teknologi ini dan penggunaannya dapat berjalan secara bertanggung jawab.

Peraturan ini bukan hanya inisiatif DeepSeek, melainkan bagian dari ketentuan yang diterapkan oleh otoritas pemerintah China. Semua penyedia layanan AI diwajibkan memastikan konten yang dihasilkan diberi label yang bisa dilacak dan tidak bisa dimanipulasi.

Di sisi lain, DeepSeek baru saja meluncurkan versi AI terbarunya, V3.1, dengan kapasitas token 128K dan 685 miliar parameter, yang menggabungkan kemampuan penalaran dan berbagai tugas umum. Sementara itu, model R2 masih dalam pengembangan.

Performa DeepSeek juga didukung oleh GPU GB300 dari Nvidia, yang diklaim memiliki performa enam kali lipat dibandingkan H100 pada versi sebelumnya, sehingga memungkinkan peningkatan efisiensi dan skalabilitas AI.

Dengan langkah ini, DeepSeek ingin memastikan ekosistem konten AI lebih transparan dan aman, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap teknologi kecerdasan buatan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE