Timnas Rowing Indonesia Gempur Kejuaraan Dunia! Siapkan Tim Inti dalam SEA Games 2025
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tim nasional rowing Indonesia tengah menjalani serangkaian uji coba internasional sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand yang akan digelar pada 9-20 Desember.
Dilansir dari Antara, pelatih timnas rowing, Muhammad Hadris, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam sejumlah ajang internasional menjadi krusial untuk menambah jam terbang sekaligus menyaring atlet terbaik menuju pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.
"Kami rencanakan lima sampai enam kejuaraan internasional sebagai bagian dari proses seleksi," ujar Hadris.
Indonesia telah memulai uji coba internasional dengan tampil di World Rowing Cup 2025 di Varese, Italia, pada 13-15 Juni, dilanjutkan ke Koninklijke-Holland Beker 2025 di Amsterdam, Belanda, pada 28-29 Juni.
"Di Italia, kondisi perairan relatif tenang, banyak atlet mencatat waktu terbaik. Di Belanda, tantangan lebih berat dengan angin kencang dan gelombang tinggi. Itu jadi pengalaman penting," tambahnya.
Menurut Hadris, performa para atlet di dua ajang awal menunjukkan progres positif. Mayoritas yang diturunkan merupakan atlet senior dan kelompok usia di bawah 23 tahun (U-23), sebagai bagian dari strategi regenerasi tim nasional rowing.
Setelah Belanda, timnas dijadwalkan mengikuti dua kejuaraan di China, termasuk World Rowing Championship di Shanghai pada 21-28 September. Untuk kelompok U-23, mereka akan tampil di Kejuaraan Dunia Rowing U-23 di Polandia, pada 23-27 Juli.
Sementara itu, Asian Rowing Championship yang rencananya digelar di Vietnam pada akhir Oktober masih menunggu konfirmasi resmi. Hadris menyebut ajang tersebut kemungkinan akan menjadi simulasi terakhir sebelum tim inti SEA Games ditetapkan.
"Kemungkinan besar atlet yang tampil di Vietnam adalah mereka yang akan kami bawa ke SEA Games," ucap Hadris.
Saat ini terdapat 29 atlet yang tengah berlatih di Pelatnas Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 18 atlet telah masuk SK Kemenpora, sementara sisanya merupakan atlet hasil pembinaan Pengprov dan dibiayai secara swadaya atau skema kerja sama.
"Entry by name untuk SEA Games kemungkinan September, jadi dua bulan ke depan ini krusial untuk evaluasi performa," jelasnya.
Hadris menekankan bahwa tujuan utama dari rangkaian uji coba ini bukan semata-mata mengejar medali, melainkan meningkatkan kualitas dan kesiapan tanding para atlet, terutama karena minimnya kompetisi dalam negeri.
"Di luar negeri, atlet bisa ikut enam hingga delapan lomba per tahun. Itu sangat membantu performa," ungkapnya.
Menariknya, sebagian besar nomor yang diikuti dalam kejuaraan internasional kali ini juga akan dipertandingkan di SEA Games 2025, sehingga hasil dan catatan waktu dalam uji coba ini akan menjadi dasar seleksi yang objektif dan berbasis performa nyata.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!